DELI SERDANG, BERSAMA
Entah apa yang terjadi di Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, saat ini. Ketidakadilan terjadi di mana-mana. Wilayah itu sepertinya telah “dikuasai” preman, sementara bupati dan jajaran berikut DPRD-nya terdiam seperti orang ketakutan.
Lihat saja yang terjadi di Jln Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, depan sekolah Islamic center dekat SMP 27 Medan dan MTS Negeri Medan.
Akses jalan di sana ditutup sepihak terduga oleh suruhan pengusaha pasar malam. Sejumlah truk pengangkut peralatan terlihat parkir dan sebahagian alat sudah diturunkan di badan jalan. Bahkan tenda juga didirikan di atas jalan.
Anehnya, tidak ada tindakan apapun dari pihak pemerintah. Mulai dari pihak desa, kecamatan, Satpol PP, bupati sampai DPRD Deli Serdang. Semuanya terdiam.
Pantauan kru harianbersama.com di lokasi, Jum’at (19/02/2026) badan jalan menjadi menyempit karena parkir truk dan peralatan pasar malam tersebut.
Kepala Desa Medan Estate, Asdat Lubis, Camat Percut Sei Tuan, Muhammad Kennedy Tarigan, dan Kasat Pol PP Deli Serdang, Marjuki, SSos, MAp, Kadis SDABMBK, Janso Sipahutar, MT, kompak membisu kala dikonfirmasi kru media ini melalui WhatsApp.
Celakanya, dua anggota DPRD Deli Serdang daerah pemilihan Percut Sei Tuan – Batang Kuis, H Rahmadsyah dari Fraksi PKB dan Misnan Al Jawi dari PPP, juga ikut-ikutan membisu. (HB-06)