DELI SERDANG, BERSAMA
Dunia pendidikan di Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, benar-benar “bobrok”. Bukannya mendidik ke arah yang baik, sejumlah oknum malah terduga menjadi calo jabatan. Jutaan uang dikutip dari calon tapi jabatan tak kunjung datang. Alamakkk…Gawat kali bahh..!!
Adalah sejumlah oknum yang bernaung di Paguyuban Kasek SD dan SMP se Kab. Deli Serdang yang terduga menjadi calo jabatan tersebut. Kabarnya paguyuban ini adalah “TS” Bupati dr Asri Ludin Tambunan kala Pilkada lalu.
Banyak kabar beredar sejumlah oknum Paguyuban “gentayangan” mengaku bisa mempertahankan jabatan atau pun menjadikan seseorang menjabat kepala sekolah.
Namun tentunya semua itu tidak gratis. Wajib bayar. Puluhan juta kabarnya. Korban pun berjatuhan. Sejumlah guru yang ingin menjadi Kasek, kini pusing tujuh keliling. Sudahlah uang melayang, jabatan pun tak kunjung datang.
Itu pula yang membuat salah satu guru korban percaloan oknum paguyuban “bernyanyi”. “Nyanyiannya” pun sangat
nyaring hingga terdengar ke telinga para jurnalis.
Kasus dugaan percaloan jabatan ini mencuat karena salah satu korban merasa telah ditipu. Korban mengaku dijanjikan jabatan sebagai Kasek tapi wajib bayar di depan.
Bukti transfer uang Rp10 juta dari Posma Situmorang Kasek salah satu SD Negeri yang juga ketua paguyuban di Kec. Patumbak pun naik ke permukaan. Penerimanya adalah Erni Yusri Lubis Bendahara Paguyuban Deli Serdang yang juga Kasek SD Negeri di Kec. Tanjung Morawa.
Dalam sebuah rekaman suara, korban juga sempat menyebutkan sejumlah nama pengurus paguyuban kecamatan, dan berapa yang harus disetorkan untuk menjadi Kasek. Jumlahnya bervariasi. Tidak sama semua.
Nama Simanjuntak pengurus Paguyuban Kasek di Kec. Labuhan Deli dan Taufik di Kec. Percut Sei Tuan juga disebut-sebut oleh korban.
Posma Situmorang yang dikonfirmasi kru harianbersama.com melalui WhatsApp, Rabu malam (27/08/2025) enggan memberikan penjelasam.
Sementara Erni Yusri Lubis yang dikonfirmasi kru barianbersama.com melalui WhatsApp di hari yang sama tidak banyak berkomentar
“Maaf bang, tidak ada hubungannya. Ini sudah pernah saya jawab,” ujar Erni Yusri Lubis. (HB-06)