ACEH, BERSAMA
PT Key Key Cahaya Gemilang dan CV Sagor menyalurkan bantuan sosial di Desa Ie Binteh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang dan di Kecamatan Langsa Baro, Kabupaten Langsa, Provinsi Aceh, Rabu (17/12/2025).
Bantuan yang disalurkan diantaranya kompor portable beserta gas-nya, beras, minyak makan, gula, sarden, mie instan, roti, sapu, air mineral bahkan sampai peralatan seperti sekop dan lainnya.
Perusahaan yang berada di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumut memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir yang merendam kediaman selama seminggu.
Puncak terjadinya banjir yaitu Rabu 26 November 2025, hujan turun dengan lebatnya selama berhari-hari dan diiringi dengan angin kencang.
Bantuan diberikan kepada warga langsung diterima oleh Sekretaris Desa Ie Binteh bernama Tengku Firmansyah sebanyak 75 karung beras (10 kg), mie instan 20 kotak, sekop, sarden, air mineral, minyak makan, gula dan roti.
Sedangkan di Kecamatan Langsa Baro diterima oleh perwakilan dari masyarakat bernama Mus dengan jumlah yang sama. Mereka jauh dari Deli Serdang turun ke Provinsi Aceh dengan membawa 2 mobil boks berisikan bantuan.
Direktur CV Sagor, Marionta Tarigan mengatakan bantuan ini adalah bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang terdampak.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak,” kata Marionta.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan ke dua titik ini. Mohon do’akan kami agar kegiatan kami ini bisa terus kami lakukan,” terangnya.
Perwakilan dari tokoh masyarakat Mus mengucapkan terima kasih. “Terima kasih kepada perusahaan yang peduli terhadap masyarakat di sini. Nantinya, bantuan ini akan saya kirim, saya antar dan saya serahkan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Sedangkan bantuan untuk warga di Desa Ie Binteh langsung diterima oleh sekretaris desa.
“Ada sekitar 400 kk yang terdampak banjir. Bahkan ada juga yang rumahnya rusak berat. Bantuan ini akan kami serahkan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepala desa mengaku saat ini situasi di desa belum mendapatkan aliran listrik dan air bersih.
“Masyarakat saat ini berharap agar aliran listrik dan air bersih. Mereka sudah seminggu merasakan air menggenangi rumah, rumah warga banyak yang masuk lumpur. Mereka mau bersihkan rumah, air bersih yang dibutuhkan,” terangnya.(HB03/HB07)