Duarrr..!! Terduga Masalah Mutasi Pejabat, Bupati Deli Serdang dan Wakilnya “Pecah Kongsi”..??

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 4, 2026
Duarrr..!! Terduga Masalah Mutasi Pejabat, Bupati Deli Serdang dan Wakilnya “Pecah Kongsi”..??
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

LUBUK PAKAM, BERSAMA

Beredar isu Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan alias Aci dan Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo telah pecah kongsi. Isu itu beredar saat pelantikan pejabat eselon II, III dan sejumlah camat, Kamis (22/01/2026) yang tidak dihadiri Wakil Bupati Lom Lom Suwondo dan isteri.

Selama ini bupati dan wakil bupati tidak pernah berpisah dalam acara apapun terlebih pelantikan pejabat. Keduanya bagai pinang dibelah dua.

Tapi hari itu, isu pecah kongsi bupati dan wakil bupati merebak dari mulut ke mulut dan berkembang terus. Penyebabnya disebut-sebut dalam hal penentuan pejabat eselon di jajaran Pemkab Deli Serdang.

Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, SSos, kabarnya tidak pernah dilibatkan, bahkan tidak pernah diminta pendapatnya. Bupati dr Asriluddin disebut-sebut “one man show”.

Tapi selanjutnya pada pelantikan 65 pejabat administratif, camat dan 86 pengawas serta 56 KUPT, Jumat (30/01/2026) di Graha Bhineka Perkasa Jasa, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo tampak hadir walau tidak didampingi isteri. Tapi keduanya tampak tidak seperti biasanya.

Kalau isu ini benar, maka terulang lagi kejadian pasangan Bupati Deli Serdang H. Amri Tambunan dan Wakil Bupati Yusuf Sembiring yang pecah kongsi dalam waktu relatif singkat.

Hubungan mereka harmonis hanya sekitar 6 bulan saja. H Amri Tambunan adalah ayah kandung dari dr Asri Ludin Tambunan Bupati Deli Serdang sekarang.

Waktu itu, Wakil Bupati Yusuf Sembiring tidak diundang dalam acara-acara pelantikan pejabat. Typical keseharian dalam menjalankan roda pemerintahan Bupati Amri Tambunan dan typical dr Aci sebutan dr Asri Ludin Tambunan bupati sekarang ini tidak jauh beda. Sama sama kasar dan arogan.

Kembali mengenai isu pecah kongsi antara Bupati Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Sowondo, tampaknya serius.

Ketika dikonfirmasikan langsung kepada Wakil Bupati Lom Lom Suwondo tentang dirinya tidak dilibatkan oleh Bupati dr Asri Ludin Tambunan dalam menentukan pejabat eselon, Lom Lom Suwondo tidak mengakui secara rinci.

Dia cuma bilang, semoga pejabat yang telah dilantik bisa bekerja dengan maksimal, jangan korupsi dan jauhkan diri dari KKN, serta mengabdi dengan baik.

Wartawan yang merasa belum puas dengan jawaban tersebut, kembali mendesak apakah wakil bupati dilibatkan dalam urusan pemerintahan, pengangkatan pejabat dan pembahasan APBD, Lom Lom Suwondo yang juga wakil ketua Partai Gerindra Sumut itu, enggan menjawab.

Tapi seketika raut wajahnya memerah. Dia tidak membantah secara spesifik dan tidak mengiyakannya. Bisa dimaklumi.

Pengamat Sosial dan Politik UINSU, Lukmanul Hakim Siregar, SSos, yang dimintai pendapatnya soal dugaan masyarakat bahwa bupati Deli Serdang dan wakil bupati telah pecah kongsi, mengatakan anggapan masyarakat seperti itu sangatlah wajar.

Sebab bupati dan wakil bupati satu bagian yang tidak bisa dipisahkan, karena photo mereka berdua dipasang satu bagian dalam Pilkada, artinya mereka berdua itu satu paket.

Dalam konteks Pemerintahan Daerah sesuai dengan UU No 23/2014 tentang pemerintahan daerah pentingnya kolaborasi kebersamaan antara bupati dan wakil bupati, dalam hal pengangkatan pejabat yang harus transparan melalui Baperjakat.

Lukmanul Hakim mengatakan antara bupati dan wakil sering terjadi “percikan” sampai membuat hubungan tidak harmonis. Ini patut disesalkan karena rakyat memilih pasangan bukan tunggal.

Tidak sinkronnya hubungan Bupati dr Asri Ludin dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, kabarnya karena Lom Lom menyarankan agar mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Deli Serdang berdasarkan prestasi atau kinerja, bukan karena dendam dan suka atau tidak suka.

Dengan pertimbangan obyektif seperti ini tidak ada kesan buruk, demikian Lom Lom. Kabarnya hal inilah yang tidak disenangi oleh Bupati sehingga, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo tidak dilibatkan.

Memang kabarnya mutasi KUPT bukan soal prestasi tapi lebih kepada soal dendam.

Saran Inspektorat

Kabarnya Bupati dr Asri Ludin Tambunan lebih mendengarkan saran dan masukan dari Kepala Inspektorat Deli Serdang, Edwin Nasution, SH, dari pada melibatkan Lom Lom Suwondo.

Justru masukan dari Itwilkab ini kabarnya bisa menghasilkan sesuatu. Sementara tidak dilibatkannya Wakil Bupati Lom Lom Suwondo karena bupati takut ketahuan di balik mutasi tersebut.

Seluruh KUPT Bapenda yang dimutasikan berdasarkan saran dan masukan Itwilkab. Buktinya Ka Bapenda juga diangkat dari Sekretaris Itwilkab karena selama ini Pelaksana Ka Bapenda Deli Serdang dijabat Ka Itwilkab Edwin Nst, SH.

Besar dugaan ada jual-beli jabatan dalam mutasi jabatan tersebut. Itulah makanya wakil bupati sengaja tidak dilibatkan oleh bupati. (HB-01)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini