BANTEN, BERSAMA
Empat orang delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Deliserdang mengikuti acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Banten, Senin, (09/02/2026).
Ketua PWI Deliserdang Lisbon Situmorang SE yang memimpin rombongan bersama Seketaris PWI Deliserdang Edward Limbong S.Sos.I, Penasihat PWI Deliserdang HM. Husni Siregar dan Anggota PWI Deliserdang Irianto SH menegaskan, jajaran anggota selama ini tetap berpegang teguh dalam menjalankan tugas jurnalistiknya menjaga integritas dan etika sesuai arahan Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat.
“Kami Pengurus PWI Deliserdang selalu mengingatkan bahwa kode etik bagi jurnalis menjadi bagian sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sehingga tercipta integritas baik untuk pribadi sebagai jurnalis maupun media massa,” kata Lisbon Situmorang.
Lisbon Situmorang mengapresiasi langkah Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik (trust) dan profesionalisme di tengah tantangan ekosistem digital.
Komarudin Hidayat menyampaikan hal itu di hadapan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Akhmad Munir, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dan lainnya.
Menurut Lisbon Situmorang, upaya yang telah dilakukan PWI Deliserdang dalam menjaga integritas dan etika yakni mendorong anggota untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), menggelar seminar wartawan dan pelatihan-pelatihan dengan narasumber dari Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik SE, Dewan Kehormatan Provinsi dan pengurus lainnya.
“Tiga tahun terakhir PWI Deliserdang kerap melakukan seminar maupun pelatihan-pelatihan yang materinya menyangkut tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Program ini juga kedepannya akan terus kami tingkatkan,” ungkapnya.
Disebutkan, Hari Pers Nasional adalah ajang refleksi terhadap sejarah panjang perjuangan wartawan di Indonesia serta dorongan untuk terus memperkuat kebebasan dan etika pers.
HPN 2026 di Serang-Banten dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, menegaskan pentingnya media profesional dan berkelanjutan di tengah tantangan disinformasi serta disrupsi digital.
“Selamat Hari Pers Nasional, tetaplah penjernih di era digital dan banjir hoaks,” ujar Lisbon.
Sebelumnya Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik (trust) dan profesionalisme di tengah tantangan ekosistem digital.
Komarudin mengakui bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi merupakan fenomena global yang menciptakan ekosistem baru.
Namun, di tengah gempuran disrupsi itu, ia mengapresiasi antusiasme dan semangat insan pers untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan etika.
“Saya gembira di tengah suasana HPN ini. Walaupun ada keprihatinan dari insan pers, tapi ada antusiasme, ada semangat luar biasa bagaimana menjaga setidaknya integritas, profesionalisme, dan etika pers,” kata Komarudin Hidayat.
Komarudin Hidayat mengutip pesan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bahwa salah satu harapan terhadap pers adalah menjaga kepercayaan publik.
Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pers masih tinggi, meski masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial. (HB-01)