Tragedi Berdarah Namorambe..!! Suami Dibunuh, Satu Terduga Pelaku Dibebaskan Polresta Deli Serdang, Istri Cari Keadilan..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 10, 2026
Tragedi Berdarah Namorambe..!! Suami Dibunuh, Satu Terduga Pelaku Dibebaskan Polresta Deli Serdang, Istri Cari Keadilan..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

MEDAN, BERSAMA

Ratna Dewi Barus (44) warga Kec. Namorambe, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, tak kuasa menahan air mata mengingat kepergian suaminya, Aman Tarigan (41).

Mengenakan kaus berwarna hitam, duduk di kursi besi di bawah pepohonan jati di Mapolda Sumut, ibu rumah tangga ini masih tak rela suaminya pergi untuk selamanya meninggalkan ia dan anak-anaknya

Berulang kali tangan wanita ini menyeka air mata yang menetes, karena pedih hatinya masih begitu membekas.

Kepergian sang suami yang begitu tragis membuatnya sedih, marah dan hampir tak mampu membuatnya berkata-kata lagi.

Aman tewas dibunuh usai tubuhnya ditikami menggunakan pisau oleh RNI yang diduga dibantu dua orang lagi DAS (abang) dan BGS (bapaknya).

Rasa kesal Dewi memuncak ketika mengetahui kalau salah satu terduga pelaku, yakni BGS dipulangkan oleh personel Polresta Deli Serdang.

Padahal, menurut Dewi, berdasarkan keterangan saksi-saksi pihaknya, BGS turut serta dalam pembunuhan itu.

“Saya dengar bapaknya yang ikut serta itu sudah bebas. Saya betul-betul enggak terima. Saya betul-betul enggak terima,” kata Dewi saat ditemui di Polda Sumut, Senin (09/02/2026).

Sambil terisak penuh emosi, Dewi mengaku kecewa dengan kinerja Satreskrim Polresta Deli Serdang.

Polisi dinilai berpihak kepada pelaku, sehingga salah satu terduga pelaku dipulangkan.

Ia menduga dipulangkannya BGS karena salah satu penyidik yang menangani kasus pembunuhan itu masih memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku.

Padahal, menurut Dewi, BGS turut serta datang bersama kedua anaknya lalu menghabisi nyawa suaminya.

“Sejauh ini saya rasa kurang profesional, ya. Saya dengar-dengar ada hubungan keluarga antara penyidik dengan si pelaku. Penyidik yang bernama Jalan Ginting dan mungkin rekan-rekannya yang lain, begitu,” ungkapnya.

“Jadi, saya minta kalau bisa penyidik dan Kasubnitnya digantilah karena saya enggak merasa nyaman dibuat seperti itu,” sambungnya.

Pascatewas dibunuh, Aman meninggalkan satu orang istri dan seorang anak. Hampir 2 pekan setelah kejadian rasa ketakutan masih menyelimuti mereka.

Usai dipulangkannya BGS, Dewi merasa ketakutan bila BGS juga membunuh mereka berdua seperti yang dilakukan terhadap suaminya.

“Udah pasti saya enggak nyaman. Apalagi sampai sekarang saya masih trauma dengan kejadian itu,” ujarnya.

Dibunuh Gegara Panggil Pelaku

Dewi menjelaskan, pembunuhan terhadap suaminya terjadi pada Sabtu 31 Januari dinihari lalu. Malam itu, Aman bersama rekannya sedang minum di sebuah warung.

Tak lama kemudian, pelaku utama berinisial RNI lewat mengendarai sepeda motornya. Secara spontan, rekan Aman memanggil pelaku RNI dan ia pun berhenti.

Aman, karena tak merasa memanggil disebut sempat meminta maaf atas perlakuan rekannya.

Tak lama kemudian, RNI pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motornya.

Namun tak lama kemudian, ia datang kembali bersama abangnya inisial DAS, juga ayahnya, BGS. Di sinilah Aman ditikami menggunakan pisau yang dibawa pelaku dari rumah.

“Ternyata dia pulang itu udah berniat jahat, mau melakukan pembunuhan. Jadi, dibawalah abang sama bapaknya berikut senjata tajam,” katanya.

Proses penanganan kasus itu pun dinilai Dewi tidak profesional dan melaporkan Kasubnit hingga penyidik ke Propam.

Ia pun berharap terduga pelaku ditangkap kembali dan dihukum seberat-beratnya. Kemudian, penyidik yang menangani diminta diganti karena dianggap tidak profesional.

“Penyidiknya kalau bisa digantilah karena saya enggak merasa nyaman dibuat seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu Kanit Pidum Polresta Deli Serdang Iptu Binnes Saragi ketika dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan keterlibatan BGS sehingga tak dapat melakukan penahanan terhadap BGS.

“Ya dari hasil pemeriksaan penyidik kita, sejauh ini kita belum menemukan keterlibatan BGS dalam hal tersebut, bahkan BGS juga membantu kami mengamankan para pelaku yang berada di Tanah Karo saat itu,” ungkap Binnes. (HB-07)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini