Gawat Kali Bahh..!! Pekerja Medis RSUD Bangun Purba Deli Serdang Berhias di Jam Kerja Viral di Media Sosial..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 12, 2026
Gawat Kali Bahh..!! Pekerja Medis RSUD Bangun Purba Deli Serdang Berhias di Jam Kerja Viral di Media Sosial..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

DELI SERDANG, BERSAMA

Masyarakat Bangun Purba, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, heboh membicarakan dua orang pekerja medis asyik berhias dan berjoget-joget di dalam ruangan kerja dan viral di media sosial Tiktok, kemarin.

Komentar masyarakat macam-macam, reaksi akibat dua pekerja medis itu menjadikan ruangannya semacam salon tempat bersolek-solek.

Terlebih rumah sakit milik Pemkab Deli Serdang itu sedang dalam sorotan maraknya kasus dugaan korupsi, dana pembuatan IPL biaya milyaran tapi kurang berfungsi.

Belum lagi dana rehab rumah sakit dipertanyakan banyak pihak. Bupati Deli Serdang, diakui tidak menaruh perhatian terhadap pelayanan rumah sakit, kendati dalam program kampanyenya dulu mengusung tema kesehatan. Rakyat Sehat.

Tapi justru borok-borok di seluruh rumah sakit jadi pembicaraan termasuk Biaya Operasional Kesehatan (BOK) masuk dalam kasus dugaan korupsi Kejati Lubuk Pakam.

Demikan juga RSUD H Amri Tambunan sempat ditangani Polrest Deli Serdang karena terindikasi korupsi.

Begitulah juga kasus demi kasus terjadi di RSUD Bangun Purba ini. Direktur dan KTU dicopot, ganti baru, tapi tidak berani memperbaiki kondisi rumah sakit yang betul sakit.

Pekerja medis di rumah sakit itu berasal dari bagian produk KKN, kawan bupati, famili anggota DPRD. Begitulah semua. Ada pekerja dipecat alasan tidak ada dana. Tapi dipecat satu orang, masuk pula dua orang.

Pekerja medis di situpun saling tidak paham. Ada pula perlakuan pilih kasih dari pihak managemen dalam kasus makan. Managemen dan beberapa pekerja medis dapat jatah makan gratis.

Artinya diambil dari anggaran rumah sakit. Tapi sebagian besar pekerja korek kantong sendiri beli makan. Perlakuan managemen sangat tidak terpuji.
Mungkin pekerja medis dekat dengan bupati dan DPRD yang diberi makan.

Di rumah sakit itu ada 93 orang pekerja honor yang sudah bekerja sangat lama, tapi belum juga diangkat sebagai P3K atau yang lain. Malah mereka kerap diancam akan dipecat jika bekerja malas.

Tapi ada beberapa pekerja yang suka-suka hatinya masuk, tidak pernah apel pagi, tidak ditegur. Karena mereka punya “raja-raja”, orang Pemkab. Yang bersolek-solek seperti dalam akun Tiktok itu, tidak pernah ditegur.

Akibatnya pelayanan kepada masyarakat tidak seperti harapan. Mobil unit ambulance pun ada yang ditarik padahal masyarakat sangat butuh.

Masalah ini tidak ada pekerja berani buka mulut apalagi mengadu ke bupati, yang mengadu pula yang terus dipecat. (HB-01)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini