MEDAN, BERSAMA
Anggota polisi yang satu ini memang agak lain. Di tengah “keterpurukan” Polri di mata masyarakat sekarang, sosok perwira pertama (Pama) Polri ini justru menorehkan prestasi. Baru 6 bulan menjabat, tujuh kasus pembunuhan berhasil diungkap. Luar biasaa..!!
Tak bisa dipungkiri, institusi Polri di mata masyarakat saat ini benar-benar “terpuruk”. Berbicara tentang Polri di media sosial, mayoritas dikomentari netizen dengan nada miring. Tragis, memang.
Kala suami korban begal dijadikan tersangka karena pembegal istrinya tewas kecelakaan saat dikejar, netizen beramai-ramai menghujat Polri.
Lalu, muncul pula anggota Polri yang dibacok begal tapi tidak ada warga yang mau menolong.
Bukannya kasihan, banyak warga net yang malah bersyukur dan berkomentar menyudutkan polisi. Salah satunya, begalnya jangan dikejar karena bisa jadi tersangka.
Teranyar, muncul pula kasus Kasatres Narkoba Polres Bima, Polda NTB, yang ditangkap dalam kasus kepemilikan sabu-sabu. Ini pun menambah “keterpurukan” citra dan wibawa Polri.
Pun begitu, bagi sosok anggota polisi yang satu ini “keterpurukan” citra dan wibawa Polri justru memotivasinya untuk bekerja dan berbuat yang terbaik kepada masyarakat, sehingga bisa mengangkat citra Polri menjadi lebih baik.
AKP Eriks Raydikson Nainggolan, ST. Demikian nama sosok Pama Polri tersebut. Baru sekitar 6 bulan menjabat Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Eriks, berhasil mengungkap banyak kasus.
Di antaranya 7 kasus pembunuhan, 75 kasus pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor serta 6 kasus judi.
Torehan prestasi ini pula yang membuat AKP Eriks Raydikson Nainggolan, ST, mendapat penghargaan dari Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, kemarin.
Tak hanya itu, sosok anggota Polri yang seperti setitik “susu” di tengah “nila” sebelanga ini, juga mendapat penghargaan bintang Nararya dari Presiden Prabowo Subianto atas pengabdian selama 8 tahun.
Kepada wartawan, kemarin, AKP Eriks tidak banyak berbicara. Dia berharap Tanah Karo diingat dan dikenang orang dengan pariwisatanya.
“Kini saatnya kita ubah Tanah Karo benar-benar menjadi daerah wisata, asri, aman, nyaman dan lebih dicintai banyak orang,” kata AKP Eriks.
Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eriks Raydikson Nainggolan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Karo baru 7 bulan, sejak Juli 2025.
Ia merupakan lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2017.
Usai lulus menjadi anggota kepolisian, ia sempat menjadi sekertaris pribadi (Sespri).
Pada 2021 akhir lalu, ia mendapat tugas pertamanya di Polda Sumatera Utara di Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara Sebagai Panit lV Siber Crime.
Sukses mengemban amanah di satuan Ditreskrimsus Polda Sumut, pada 2023 ia kembali dipercaya bergabung di Ditressiber Polda Sumatera Utara sebagai Panit 1 Subdit 1 Ditressiber Polda Sumut.
Saat bertugas di Ditressiber Polda Sumut, ia berhasil mengungkap kasus judi online mulai dari bandar judi, marketing, admin dan pekerja judi online.
Bahkan, ia juga berhasil melakukan pengungkapan kasus penipuan online berbasis Giveaway Baim wong.
Dari berbagai keberhasilan itu, pada 2025 ia kembali mendapat promosi sebagai Kanit 1 Subdit 1 Ditressiber Polda Sumut.
Lalu pada 14 Juli 2025, dalam mutasi Kapolda Sumut, ia diberi kepercayaan menduduki jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Tanah Karo menggantikan AKP Ras Maju Tarigan yang dimutasi menjadi Kapolsek Medan Tembung, Polrestabes Medan. (HB-03)