TANAH KARO, BERSAMA
Penebangan kayu hutan di Puncak 2000 Siosar, Kec. Tiga Panah, Kab. Karo, Sumatera Utara, hingga, Kamis (19/02/2026) masih terus berlangsung.
Anehnya, meski mengakui tidak ada mengeluarkan izin, namun Kepala KPH VX Ramlan Barus tidak melakukan tindakan apa pun. Praduga suap pun menyeruak.
Menurut warga setempat yang minta namanya tidak disebutkan, penebangan kayu itu telah membuat masyarakat resah.
“Kek mana gak resah bang. Lihat saja kek mana banjir dan longsor yang menerjang Tapteng dan Aceh. Banyak korban jiwa dan harga benda. Kami juga takut terjadi seperti itu bang,” kata warga berperawakan agak kurus ini.
Saat ini, sambungnya, lokasi penebangan kayu semakin meluas. Tidak hanya kayu di lahan warga saja yang ditebang, tapi diduga merambah ke dalam hutan.
Mulusnya penebangan kayu itu pun terduga memanfaatkan sejumlah preman untuk pengamanan di lokasi selain dugaan dibekingi anggota Polri dan kehutanan.
Jika penebangan kayu ini dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu waktu longsor dan banjir bandang akan menerjang Tanah Karo, Deli Serdang dan Medan. (HB-18)