Kek Gini Baru Wakil Rakyat Laee..!! “Si Tangan Malaikat” Itu Bernama Hinca Pandjaitan: Dua Remaja Tanah Karo Korban “Keganasan” Bos Narkoba Direhab..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 19, 2026
Kek Gini Baru Wakil Rakyat Laee..!! “Si Tangan Malaikat” Itu Bernama Hinca Pandjaitan: Dua Remaja Tanah Karo Korban “Keganasan” Bos Narkoba Direhab..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

TANAH KARO, BERSAMA

Beban hidup yang harus dijalani Supiani Beru Barus memang berat. Hari-hari wanita berusia 47 tahun ini dijalani dengan penuh air mata.

Sejak ditinggal mati suaminya, Supiani harus rangkap jabatan. Menjadi ibu sekaligus ayah untuk mencari nafkah dan membesarkan anaknya Ezri Ginting.

Tapi, keinginan Supiani untuk membesarkan sekaligus menyekolahkan anaknya itu setinggi mungkin kini pupus sudah.

Keinginan warga Desa Sukanalu, Kec. Barus Jahe, Kab. Karo, Sumatera Utara, ini, agar anaknya kelak bisa mengangkat harkat dan martabat keluarganya, hancur sudah berkeping-keping.

Semua itu karena keganasan bandar Narkoba yang beroperasi di Kab. Tanah Karo, Sumatera Utara. Masa depan anaknya Ezri Ginting telah direnggut dengan sabu-sabu.

Ezri Ginting yang masih berusia 15 tahun kini kecanduan sabu. Setiap hari remaja yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah itu mangkal di terminal bus di Kabanjahe.

Setiap kali dia mendapatkan uang, maka yang pertama kali dibelinya adalah sabu-sabu. Dan kalau dia tidak punya uang, maka segala cara pun dilakukan. Termasuk mencuri.

Sang ibu bukannya tidak peduli dengan anaknya. Di tengah kesibukannya mencari nafkah, dia kerap menasehati anaknya itu. Tapi mempan. Semua dianggap angin lalu.

Ezri Ginting pun semakin menjadi. Entah sudah berapa kali dia ketahuan mencuri. Warga dan kepala dusun pun sudah capek menasehatinya. Tetap tidak mempan.

Kini sang ibu Supiani Beru Barus pun hanya bisa menangis. Hatinya hancur lebur melihat kondisi anaknya yang sudah rusak oleh “tangan-tangan” bandar Narkoba Tanah Karo. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa.

Namun, di tengah tangisan dan doa sang ibu, Tuhan rupanya masih kasihan. Suatu waktu sang ibu Supiani Beru Barus bertemu dengan seorang aktivis, Anes Ketaren, yang selama ini getol berjuang memberantas Narkoba dan judi di “Bumi Turang” Tanah Karo Simalem.

Kepada Anes Ketaren, Supiani Beru Barus meluapkan semua keluh kesahnya selama ini. Rupanya bukan hanya Supiani yang mengalami hal seperti itu. A Br Ginting (57) warga Desa Kandibata, Kec. Kabanjahe, Kab. Karo, juga mengalami hal yang sama. Anaknya Jamaskus Purba juga kecanduan sabu-sabu.

Dia juga mengaku sudah kewalahan menghadapi anaknya yang putus sekolah sejak kelas II SD itu. Keluh kesah kaum hawa itu pun membuat Anes Ketaren prihatin.

Dia sedih. Hatinya ikut hancur karena masa depan putra Karo generasi penerus bangsa telah dirusak oleh bandar Narkoba yang hanya memikirkan untung semata.

Sebagai aktivis anti Narkoba dan judi, Anes pun mulai memutar otak untuk agar bisa menolong putra-putra Karo yang telah dirusak bandar Narkoba.

Di tengah kegalutannya, tiba-tiba dia teringat dengan Anggota Komisi lll DPR RI Dr Hinca IP Pandjaitan Xlll, SH, MH, ACCS. Sejenak Anes tersenyum. Tapi, ada keraguan dalam hatinya. Apakah mungkin seorang anggota DPR yang begitu sibuk, mau meluangkan waktu dan membantu rakyat yang sedang kesusahan..??

Sebuah pertanyaan yang sangat wajar di kala banyak wakil rakyat yang “tidak peduli” lagi karena sudah keenakan duduk di kursi empuk yang diberikan oleh rakyat.

Dengan harap-harap cemas, Anes Ketaren pun mencoba memberanikan diri menyambung lidah rakyat jelata itu kepada wakilnya yang duduk di DPR RI.

Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Rupanya sosok Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Dr Hinca IP Pandjaitan Xlll, SH, MH, ACCS, tidak seperti yang dibayangkan semula.

Malah, anggota DPR RI daerah pemilihan Tanah Karo itu merespon dengan baik semua yang disampaikan Anes Ketaren. Salah satunya dengan membentuk Tim Relawan Pasukan Anti Narkoba Karo (PiNK) di Kab. Karo, Sumatera Utara.

Bukan hanya “cakap-cakap”–kata orang Medan–Hinca Pandjaitan malah “naik gunung” ke Kab. Karo, Selasa (17/02/2026) menemui para Tim Relawan PiNK.

Kepada tim relawan, Hinca Pandjaitan, mengatakan, terbentuknya Tim Relawan PiNK bukan sekedar memerangi bandar Narkoba dan mengkritik keberadaan negara.

Tapi juga membantu negara dan masyarakat dalam mencegah serta mengobati korban penyalahgunaan Narkoba untuk direhabilitasi.

Bersama tim relawan, Hinca Pandjaitan kemudian mengunjungi rumah ke dua remaja korban keganasan bandar Narkoba tersebut.

Yang pertama rumah Jamaskus Purba di Desa Kandibata, Kec. Kabanjahe, Kab. Karo. Kedatangan mereka pun disambut hangat A Br Ginting ibunda Jamaskus Purba.

Dalam dialog terungkap kalau A Br Ginting sudah kewalahan dan pernah mengobati anaknya. Tapi cuma 1 bulan karena kondisi ekonomi tidak mengizinkan.

“Anak saya ini sudah kecanduan Narkoba sekitar 2 tahun pak. Saya sangat ingin anak saya ini kembali sehat seperti dulu. Tapi saya tidak punya uang lagi untuk mengobatinya pak. Tolonglah saya pak,” kata A Beru Ginting yang tak kuasa menahan air mata.

Tetesan air mata sang ibu membuat Hinca Pandjaitan terenyuh. Dia bisa merasakan bagaimana sakit dan hancurnya hati dan perasaan ibu ketika anaknya dirusak oleh Narkoba.

Hinca tahu betul bahwa kasih itbu sepanjang masa. Seperti apa pun kondisi anaknya, sang ibu tetap akan mengasihinya tanpa syarat.

Rintihan hati A Br Ginting itu pun disambut Hinca dengan penuh kehangatan. “Baik ibu. Karena ibu sudah ikhlas menyerahkan anak ibu kepada Relawan PiNK untuk dibina dan direhab, kami memohon ibu turut membawanya dalam doa,” kata Hinca.

“Nanti Anes dan kawan-kawan semua akan membawa dia, menjemput dia, membawa dia untuk direhab. Tempatnya di Klinik Amanah di Kab. Asahan, Sumatera Utara. Nantinya Relawan PiNK yang akan memberikan kabar tentang kondisi anak ibu,” tambah Hinca.

Hinca mengaku tidak tahu berapa lama akan direhab. Tergantung kecanduannya. “Nanti dokter yang akan mengobservasinya,” kata Hinca.

Selama direhab, sambung Hinca, pihak keluarga tidak boleh melihat atau mengunjunginya dalam waktu tertentu. Nanti ada waktunya untuk melihat. “Mungkin Anes dan teman-teman nanti bisa membawa ibu melihatnya. Dan kalau sudah sembuh akan kami antar pulang,” ujar Hinca.

Selanjutnya Hinca bersama Tim Relawan PiNK mengunjungi rumah Ezri Ginting di Desa Sukanalu, Kec. Barus Jahe. Saat tiba, mereka mendapati Ezri masih tertidur di rumah panggung miliknya di Dusun l Sukanalu.

Kehadiran mereka rupanya sudah ditunggu Supiani Br Barus ibunda Ezri Ginting bersama Kepala Dusun I, Wingli Sitepu dan warga desa.

Di sini ada momen haru yang membuat air mata bercucuran. Kala itu, Ezri Ginting yang hendak diserahkan kepada Tim Relawan PiNK, tiba-tiba mendatangi Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan.

Tanpa ragu seolah menemukan kembali sosok sang ayah yang telah pergi meninggalkan dunia fana ini, Ezri Ginting langsung memeluk erat Hinca Pandjaitan yang dibalas dengan pelukan penuh kasih sayang.

Isak tangis sang ibu pun pecah. Dia pun ikut memeluk buah hatinya itu. Sejumlah warga lainnya pun terlihat menitikkan air mata penun haru. Selanjutnya, tetesan air mata sang bunda mengiringi langkah kaki sang anak bersama Tim Relawan PiNK.

Sang bunda penuh harap kelak anaknya akan kembali dalam kondisi sehat dan terbebas dari Narkoba, sehingga bisa berguna bagi nusa dan bangsa serta keluarga. (HB-03)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini