Kek Mana Lagi Ini Laee..?? BNN: Sumut Raih Juara 1, Setiap Bulan 1,5 Ton Narkoba Beredar..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 26, 2026
Kek Mana Lagi Ini Laee..?? BNN: Sumut Raih Juara 1, Setiap Bulan 1,5 Ton Narkoba Beredar..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

MEDAN, BERSAMA

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut mengamankan dan memusnahkan 1,1 Kg sabu dan 204 Kg ganja hasil pengungkapan 5 kasus sepanjang Januari-Februari 2026. Dari hasil pengungkapan ini diamankan 8 orang tersangka.

“Kami hadir untuk menyatakan sikap menetapkan jaringan dan kartel narkoba musuh bersama. Ini komitmen kita bersama,” jelas Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho didampingi, Kabid Berantas dan Intelijen, Kombes Pol Charles P Sinaga, Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol Andy Arisandi pada wartawan, Kamis (26/02/2026).

Dikatakan Brigjen Tatar, Sumut saat ini ditetapkan sebagai salah satu wilayah darurat narkoba di Indonesia.

Dengan angka prevelansi pengguna narkoba mencapai 1,5 juta orang atau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk, menjadikan Sumut sebagai wilayah rangking 1 untuk pengguna narkoba di Indonesia.

“Sumut memiliki angka prevelansi tertinggi di Indonesia dengan 1,5 juta korban pengguna dan penyalahgunaan narkoba. Jika estimasi 1 gram narkoba bisa digunakan 10 orang, jadi 1 bulan kebutuhan narkoba di Sumut mencapai 1,5 ton dan jika dikonversikan ke rupiah mencapai sekitar 1,5 triliun kerugian negara,” ungkap Brigjen Tatar.

Salah satu jalan keluar mengatasi permasalahan narkoba, sambung Brigjen Tatar, adalah rehab. Sebab kalau tidak direhab, hanya ada 2 kemungkinan yang bisa dialami para korban penyalahgunaan narkoba yakni mati atau menjadi ODGJ. Namun, hal ini terkendala dengan anggaran penanggulangan narkoba yang semakin kecil.

“Jumlah pengguna narkoba seluruh Indonesia 4,1 juta jiwa yang terpapar tahun ini. Idealnya ini semua harus direhab. Faktanya, anggaran yang disiapkan pemerintah untuk rehab hanya 2000 orang pertahun. Kalau di Sumut, 1,5 juta pengguna. Dari 12 fasilitas rehab milik BNN dan komponen swasta okupasinya hanya 20-30 persen. Sumut setahun hanya 1000 orang yang direhab. Jadi untuk merehab 1,5 juta orang butuh berapa tahun lagi dengan anggaran yang ada..?,” katanya.

Brigjen Tatar menghimbau masyarakat untuk bahu-membahu dan bersinergi dalam memberantas narkoba.

Sebab target Indonesia emas 2045 dengan jumlah bonus demografi yang besar, bisa menjadi bencana demografi jika narkoba tidak ditangani dengan serius.

Sementara, Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Charles P Sinaga menambahkan, dari 5 kasus yang diungkap sepanjang Januari-Februari 2025, salah satu kasus yang menonjol pengungkapan kolaborasi dengan BNN RI yang berhasil menggulung peredaran 200 Kg ganja jaringan Aceh-Sumatera dan mengamankan 3 tersangka masing-masing, RAS (30) warga Kecamatan Sidikalang, YSH (23) warga Kabupaten Kampar, Riau dan DJS (28) warga Kabupaten Simalungun, Sumut.(HB-03)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini