DELI SERDANG, BERSAMA
Sejak Bupati Deli Serdang dijabat dr Asri Ludin Tambunan, ruas jalan Sibiru-biru-Penen berubah bagai kubangan kerbau. Menurut warga setempat, dulu jalan tersebut sangat mulus sehingga arus perekonomian rakyat sangat lancar. Harga komoditi pertanian rakyat stabil.
Namun, sejak jalan ini rusak harga komoditi pertanian rakyat anjlok, sementara harga kebutuhan pangan melonjak mahal.
Ada beberapa ruas jalan sudah mulus. Dan tersisa sekitar 6 Km rusak parah. Kerusakan itu sejak pelaksanaan proyek Bendungan Lau Semeimei yang bahan batunya diambil dari daerah Penen.
Muatan truck pengangkut material batu mencapai 40 ton sehingga badan jalan hotmix hancur semuanya. Kemudian, Bupati Asri Ludin mengaspalnya terpotong-potong, ada yang diaspal ada yang dibiarkan.
Tidak diketahui mengapa demikian. Ada yang menduga uangnya dikorupsi, sehingga jalan sepanjang 6 Km dibiarkan hancur total. Masyarakat sangat bingung, kenapa pengaspalan dipilih-pilih, ada yang diaspal ada yang tidak.
Warga sudah menyurati Kejatisu meminta agar pelaksanaan proyek diperiksa karena ada kecurigaan uangnya sudah ditelan. Kadis PUPR belum berhasil dikonfirmasi. Ada juga info beredar pemborong tidak mampu melanjutkan pekerjaan karena komisi proyek yang diminta terlalu besar.
Ada juga yang mengatakan dana perbaikannya jalan Biru-Biru ke Penen telah dibebankan kepada pemerintah pusat karena kerusakan jalan itu disebabkan pelaksanaan proyek PSN bendungan Lau Semeimei.
Tapi masyarakat mengharapkan jalan tersebut segera diperbaiki. Bupati janganlah pilih kasih melaksanakan pembangunan, tertumpu di perkotaan. Kami juga masyarakat Deli Serdang, kata mereka.
Sementara itu Kades Penen tidak pernah perduli dengan kebutuhan masyarakat. Itu urusan bupati, bukann urusan saya, katanya ketika ditanya warga. (HB-01)