MEDAN, BERSAMA
Bandar judi serba ada di belakang warung “Pa Kulit” Jln Patumbak-Talun Kenas benar-benar jeli memanfaatkan situasi. Kala polisi disibukkan dengan PAM Idul Fitri 1447 H tahun 2026, bandar judi juga menggalakkan bisnis ilegalnya itu.
Pantauan di lokasi, Jumat (20/03/2026) sore, belasan mobil mewah terlihat parkir di samping dan depan warung “Pa Kulit”. Puluhan sepeda motor juga parkir di belakang warung tersebut.
Menurut warga sekitar, judi serba ada di belakang warung “Pa Kulit” sudah berlangsung bertahun-tahun. Dan selama itu pula tidak pernah ada penggerebekan sampai menangkap pemain, pemilik lahan, bandar dan panitia judinya.
“Polsek Patumbak memang pernah datang ke lokasi bang, tapi kesannya bukan menggerebek. Soalnya polisi datang setelah lokasi dikosongkan lebih dahulu. Seolah-olah telah diskenariokan seperti di sinetron-sinetron layar kaca gitu bang,” kata warga berambut cepak berkulit sawo matang.
Semakin hari lokasi judi serba ada itu semakin rampai pengunjung. Ada yang dari Deli Tua, Talun Kenas, Tiga Juhar, Namorambe, Sibiru-biru, Medan, Tanah Karo dan lainnya.
Ada pun judi yang beroperasi di belakang warung “Pa Kulit” mulai dari dadu putar, mesin tembak ikan, Togel, kartu leng, joker bahkan sabu-sabu pun ada. Makanya dijuluki serba ada.
Warga di sana resah tapi mereka tidak tahu mau mengadu kemana. Sebab, setiap polisi menggerebek terkesan mirip sinetron yang penuh skenario.
Kini warga di sana hanya berharap kepada Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak agar turun tangan memberangus judi serba ada di belakang warung “Pa Kulit” seperti yang dilalukannya terhadap markas Narkoba dan judi di Jermal 15, Medan. (RED)