DELI SERDANG, BERSAMA
Ada ada saja gaya bupati Deli Serdang membangun infrastruktur yang rusak. Kalau di Kec. Sibiru-biru pengaspalan jalan rusak dari Sibiru-biru ke Penen sepanjang 12 Km bagai terpotong-potong, ada pula yang masih bagus diaspal tapi yang hancur dibiarkan.
Lain lagi pembangunan jembatan baru di Desa Talapeta menghubungkan dengan Desa Penen Kec. Si biru-biru. Jembatan baru sepanjang 4 meter di bangun dengan dana APBD 2025 sebesar Rp850 juta lebih.
Lucunya, jalan rusak di pangkal jembatan itu sepanjang 3 meter bagai kubangan kerbau dibiarkan. Masyarakat yang lintas di situ sering ngumpat pembangunan macam apa pula ini, katanya.
Ini satu bukti Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan tidak pernah turun ke desa-desa, sehingga tidak tahu kondisi sebenarnya.
Memang bupati Deli Serdang yang satu ini disebut masyarakat sangat aneh, malas turun ke desa. Jalan kabupaten dari Desa Talapeta Kec. STM. Hilir menuju desa, Penen Kec Sibirubiru maupun jalan penghubung dari Biru-Biru ke Penen sangat urgen karena puluhan desa potensial ada di situ.
Arus perekonomian sekitar itu sebagai tulang punggung perekonomian rakyat. Sehingga bila jalan penghubung tersebut bermasalah, ribuan masyarakat di sekitar Penen sangat berdampak.
Karena itulah daerah tersebut selama ini jadi perhatian khusus bupati Deli Serdang, kecuali Bupati dr Asri Ludin Tambunan anak Bupati Amri Tambunan, kurang tertarik..
Masyarakat di kecamatan tersebut sangat kecewa melihat sikap bupati Deli Serdang yang tidak respek terhadap pembangunan infrastruktur di sekitar itu.
Jalan penghubung g dari Sibiru-biru ke Penen sekitar 6 km lagi tidak dilaksanakan pembangunannya, sehingga mempersulit arus perekonomian masyarakat. Sama halnya perbaikan jalan dari Desa Talapeta ke Desa Penen sudah rusak tidak diperbaiki.
Pembangunan jembatan di Desa Talepeta itu juga tidak berkualitas. Diduga terlalu besar komisi proyek yang harus disetor akhirnya rekanan mencuri kualitas fisik.
Jembatan pendek begitu saja bisa habiskan APBD Rp856 juta. Demikian juga pengaspalan jalan Sibiru-biru ke Penen proyek sengaja terpotong-potong tidak dikerjakan pemborongnya karena terlalu besar uang komisi proyek yang harus distorkan kepada pejabat.
APH Deli Serdang tutup mata terhadap semua pekerjaan fisik proyek, karena konon kabarnya petinggi APH Deli Serdang juga dapat jatah proyek dari bupati. (HB-01)