DELI SERDANG, BERSAMA
Ketua Karang Taruna Kec. Sibiru-biru, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, yang disebut-sebut mengelola mesin judi tembak ikan rupanya hanya ilusi.
Soalnya, pas lokasi yang disebutkan digerebek Polsek Sibiru-biru, Jumat (27/03/2026) tidak ada perjudian. Kosong melompong.
“Apa yang diberitakan itu tidak benar bang. Sejauh ini tidak ada aktivitas perjudian tembak ikan di Wilkum Polsek Sibiru-biru,” kata Kanit Reskrim Polsek Sibiru-biru, Ipda Ricardo Nababan, SH, kepada wartawan, Sabtu (28/03/2026) sore.
Menurut Ipda Ricardo, Jumat sore (27/03/2026) dia bersama Unit Reskrim Polsek Sibiru-biru melakukan patroli di Desa Selamat, Rumah Gerat, Mbaruai, Sidodadi dan Ajibaho sesuai informasi yang beredar. “Namun tidak ada kita temukan aktivitas judi di lapangan,” bebernya.
Dia menyatakan, sampai saat ini Kapolresta Deli Serdang dan Kapolsek Sibiru-biru masih komitmen terhadap pemberantasan tindak pidana perjudian.
“Ya sejauh ini saya masih menjalankan amanah dan komitmen bapak Kapolresta Deli Serdang dan bapak Kapolsek untuk tidak memberi ruang bagi praktik perjudian di Wilkum Polsek Sibru-biru,” ujarnya.
“Yang pastinya, saya masih baru beberapa minggu menjabat sebagai Kanit Reskrim. Pun negitu kita tidak akan memberi ruang apalagi toleransi terhadap praktik ilegal. Jika ada pasti kita tindak tegas,” jelas Ricardo Nababan.
Dalam patroli yang dilakukan Polsek Sibiru-biru itu mereka hanya beberapa warung hingga gubuk yang kosong di beberapa desa. Tak terlihat tanda-tanda perjudian seperti yang ramai diberitakan.
Sementara itu Sekjen Karang Taruna Kec. Sibiru-biru, Edi Suhartono, kepada wartawan, Sabtu (28/03/2026) malam, malah tertawa saat ditanya soal kemunculan foto yang mirip dengan ketua Karang Taruna Sibiru-biru yang dituding mengelola mesin judi tembak ikan.
“Kita pastikan tidak ada aktivitas judi tembak ikan di wilayah Sibiru-biru bang. Info dari mana pula itu. Jika ada, kami Karang Taruna yang pertama akan menindaknya,” kata Edi.
Dia pun meminta agar yang menuding datang ke Sibiru-biru untuk menunjukkan dengan jelas aktivitas itu. “Kita juga meminta agar foto itu dipertegas siapa itu, jika tidak kami akan mengambil upaya hukum,” tegas Edi. (HB-03)