MEDAN, BERSAMA
Praduga lapak judi serba ada di belakang warung “Pa Kulit” Jln Patumbak-Talun Kenas, Kec. Patumbak, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, memang “dipelihara” polisi demi mendapat “upeti” semakin mendekati kebenaran.
Soalnya, pun telah beroperasi bertahun-tahun dan meresahkan warga, tapi anak buah Kapolrestabes Medan tak peduli. Lapak judi “dibiarkan” saja.
Buktinya, sampai Minggu (29/03/2026) lapak judi serba ada itu masih tetap beroperasi. Malah para pejudi semakin ramai berdatangan entah dari mana saja.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin “benci” kepada polisi. Apa lagi selama ini imej polisi sudah “jelek” di tengah-tengah masyarakat.
Bahkan tidak sedikit warga kala terlibat perbincangan membahas polisi, kerap berceloteh untuk membuat laporan polisi saja harus punya uang.
Namun, polisi sepertinya tak memikirkan imej jelek itu. Lihat saja keberadaan lapak judi serba ada di belakang warung “Pa Kulit”. Para pemain, pemilik lapak dan bandar judi tidak pernah ditangkap sampai detik ini.
“Percuma saja bang mengadu ke polisi. Aduan warga pasti tidak diterge. Tengok aja lapak judi belakang warung “Pa Kulit” masih tetap beroperasi,” kata warga mengaku marga Saragih, Simbolon, Tambunan, Barus dan Sembiring, saat ditemui di Patumbak, Minggu.
Menurut mereka, lapak judi tersebut tidak akan pernah ditangkap karena terduga sudah menjadi “mobile banking” bagi polisi. Kapan butuh selalu ada. Cepat dan tepat.
“Kalau memang polisi serius mau menangkap pemain, pemilik lahan dan bandar judi pasti gampang. Apa lagi lokasinya tidak jauh dari jalan aspal,” ujar mereka.
Tapi ini kan tidak. Polisi malah terkesan “bersinetron”. Lapak dikosongkan dulu baru polisi datang pura-pura mau menggerebek. Lalu poto-poto dan video untuk laporan ke atasan bahwa mereka sudah bekerja. “Ini kan pembodohan namanya,” tandas mereka.
Karena itu mereka meminta Polda Sumut untuk turun tangan menangkap pemain, pemilik lahan dan bandar judi serba ada tersebut.
“Bid Propam juga perlu memeriksa Polsek Patumbak karena terkesan melakukan pembiaran judi dan Narkoba. Dengan demikian kami yakin citra dan wibawa kepolisian akan semakin baik di mata masyarakat,” kata mereka. (RED)