Pilih Kasih..!! Bupati Deli Serdang tidak Tahu, Manajemen RSUD Bangun Purba dan Perawat Tertentu Dapat Jatah Makan..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 2, 2026
Pilih Kasih..!! Bupati Deli Serdang tidak Tahu, Manajemen RSUD Bangun Purba dan Perawat Tertentu Dapat Jatah Makan..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

BANGUN PURBA, BERSAMA

Pihak manajemen RSUD Bangun Purba yang baru saja diangkat bupati Deli Serdang menerapkan sistem pilih kasih terhadap 93 orang lebih pekerja medis di rumah sakit milik pemerintah itu.

Beberapa pekerja medis mengeluh. tapi tidak berani mengadu kepada bupati. Takut dipecat. Sebab, kepala rumah sakit dan KTU mengaku sangat dekat dengan bupati sehingga pekerja medis tidak berani buka mulut walau mederita tekanan batin.

Diungkapkan, untuk jatah makan siang yang dapat cuma pihak manajemen dan beberpa pekerja medis saja yang dianggap dekat dengan manajemen.

Sementara yang lain harus “mengorek” kantong sendiri. Padahal, biaya makan itu diambil dari anggaran yang berasal dari uang rakyat.

Begitu juga dengan dana tanggungan BPJS ditetapkan berbeda antara satu dengan yang lain. Ada kelas 1 dan 2. Padahal mereka sama-sama tenaga honor bekerja siang dan malam.

Perlakuan berbeda juga terjadi terhadap kehadiran jam kerja. Ada yang datang sesuka hati, tidak pernah apel tapi tidak diberi peringatan karena katanya keluarga anggota DPRD dan keluarga dokter di Dinas Kesehatan Deli Serdang. Pihak manajemen tidak berani menegur karena mereka punya “raja-raja”.

Direktur RSUD “plat merah” itu mengaku sengaja dikirim Bupati Aci untuk membersihkan rumah sakit itu dari berbagai kasus yang dibuat direktur sebelumnya dr AG.

Seperti diungkapkan media ini, dr AG pernah membangun UPL lebih Rp 1 milyar yang dipesan dari Makasar. Proyek itu dinilai sarat korupsi sehingga dia dicopot.

Banyak kasus terindikasi korupsi terjadi di rumah sakit itu berupa renovasi fisik bangunan yang tidak sesuai. Demikian juga KTU yang diangkat dari tenaga medis seorang bidan.

Di semua rumah sakit, petugas KTU berasal dari tenaga administrasi non medis karena menangani bidang ketatausahaan yang memiliki kecakapan di bidang administrasi.

Tapi, bupati malah mengangkat seorang bidan jadi pimpinan tata usaha. Konon kabarnya suami sang bidan seorang pemborong yang sangat dekat dengan bupati.

Mungkin bupati tidak mengetahui sepak terjang manajemen RSUD Bangun Purba yang pilih kasih tersebut atau Bupati Aci memang tidak mau tahu, seperti sifat dan kebiasannya.

Perlakuan pilih kasih manajemen seperti itu dipastikan akan mempengaruhi tingkat pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Upaya manajemen membersihkan borok-borok yang selama ini terjadi di rumah sakit itu belum terlihat. Malah dugaan korupsi terjadi secara masif dibungkus rapi.

Polisi dan kejaksaan pun diminta turun tangan membongkar kasus-kasus busuk di situ. Bila perlu KPK ikut turun tangan ke Deli Serdang. (HB-01)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini