Alamakk..!! Penggerebekan Tambang Emas Ilegal Madina-Tapsel Rupanya Perintah Kapolri, tapi Sampai Sekarang Belum Ada Tersangka..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Maret 9, 2026
Alamakk..!! Penggerebekan Tambang Emas Ilegal Madina-Tapsel Rupanya Perintah Kapolri, tapi Sampai Sekarang Belum Ada Tersangka..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

MEDAN, BERSAMA

Penggerebekan tambang emas ilegal di Kab. Madina-Tapsel oleh Ditreskrimsus bersama Brimob Polda Sumut, awal pekan lalu, rupanya atas perintah Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Tapi, anehnya, seminggu telah berlalu namun tersangkanya belum ada.

Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Rahmat Budi Handoko pun membisu saat dikonfirmasi kru harianbersama.com melalui WhatsApp, Senin (09/03/2026).

Padahal, saat penggerebekan itu petugas Ditreskrimsus dan Brimob Polda Sumut mengamankan 17 orang berikut 12 alat berat yang digunakan merusak lingkungan untuk menambang emas ilegal.

Penggerebekan itu bermula dari viralnya berita penambangan emas ilegal yang mendapat atensi Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kapolri pun memerintahkan Kapolda Sumut untuk menindaklanjutinya.

“Yang jelas itu awalnya ada berita viral. Karena itulah bapak Kapolri memberikan perintah langsung melalui bapak Kapolda kita. Yang namanya perintah pimpinan, kita langsung gerak cepat, tidak main-main kita,” ungkap Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, kepada wartawan, beberapa hari lalu.

Menurut Isnur, penggerebekan dilakukan tim gabungan Sat Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut sejak Senin pagi. Untuk perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu 14 jam belum lagi jalan kaki.

Hasilnya, sebanyak 12 unit ekskavator yang diduga digunakan untuk kegiatan penambangan dan 17 orang yang diduga sebagai pekerja diamankan dari lokasi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, setidaknya ada 17 orang terduga pelaku penambang emas Ilegal turut diamankan dalam kasus ini.

Kini, ke-17 orang tersebut telah dibawa ke Polda Sumut. Disinggung peran mereka, Kombes Ferry mengatakan masih dalam proses pendalaman. (HB-03)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini