Wuekss..!! Program Rehab WC SD di Deli Serdang Tebar “Bau Busuk” Dugaan Korupsi, Siswa Terancam Sakit, Masuk Toilet Wajib Pegangi Pintu..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - Februari 1, 2026
Wuekss..!! Program Rehab WC SD di Deli Serdang Tebar “Bau Busuk” Dugaan Korupsi, Siswa Terancam Sakit, Masuk Toilet Wajib Pegangi Pintu..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

DELI SERDANG, BERSAMA

Program rehab WC yang dibangga-banggakan Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan alias Aci, rupanya menebarkan “bau busuk” dugaan korupsi. Niat semula agar siswa lebih sehat malah terancam sakit sebab pintu toilet wajib dipegangi karena lepas sehingga siswa terancam tertimpa.

Penelusuran awak media di SD Negeri 101775 Saentis, Kec. Percut Sei Tuan, Jum’at (30/01/2026) WC yang seharusnya menjadi lebih bagus karena telah direhab malah semakin “rusak”.

Sebelum direhab aliran air dari WC tersebut lancar. Tapi setelah direhab malah tergenang.

Celakanya lagi, pintu WC yang baru dipasang sudah lepas dan jatuh ke lantai. Akibatnya, siswa yang ingin ke WC terpaksa membawa temannya untuk memegangi daun pintu sebagai penutup toilet.

“Di sekolah ini ada 4 kamar mandi tapi yang direhab hanya 2,” kata penjaga sekolah saat ditemui kru media.

Hebatnya lagi di SD Negeri 104209 Saentis. Di sini bangunan WC baru dibangun sekitar 4 tahun lalu dan terlihat masih bagus serta layak digunakan. Begitu pun tetap mendapat rehab.

Tapi WC yang direhab adalah kamar mandi guru yang letaknya terpisah dari toilet siswa. WC ini hanya diganti daun pintunya saja, pemasangan plafon dan lantai keramik 2×80 Cm serta dinding dicat.

“Itu pun menggunakan material daun pintu milik sekolah sisa bangunan terdahulu yang tidak terpakai,” kata Kepala Sekolah Halomoan Ritonga kepada pada kru harianbersama.com, Jum’at (30/01/2026).

Ritonga juga mengaku tidak diizinkan oleh pihak pemborong untuk melihat Rencana Anggaran Biaya (RAB) rehab WC tersebut. “Makanya kami tidak tahu apa saja yang direhab,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami operator SDN Negeri 101777 Sampali. Menurutnya, pemborong tidak tidak memperlihatkan RAB apa saja yang direhab untuk WC sekolah tersebut. “Yang diganti hanya lantai kramik, kramik dinding dan pengecatan tembok,” ungkapnya.

Sementara plafon atas kamar mandi tidak diganti dan terlihat bolong. Lampu kamar mandi juga tidak diganti. “Tragisnya, sampah bekas mereka kerja tidak dibuang, hanya ditumpuk di sebelah kamar mandi,” kesal operator sekolah itu.

Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan, yang dikonfirmasi kru harianbersama.com melalui WhatsApp, Jum’at (30/01/2026) tidak memberikan penjelasan.

WA bupati hanya mengirim pesan melalui mesin penjawab otomatis, yaitu “Selamat siang bapak/ibu mohon maaf sebelumnya saat ini nomor sedang di operasi kan oleh Admin, terkait pesan akan segera disampaikan pada bapak bupati”.

Sebelumnya Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikataru) Deli Serdang, Rahmadsyah, ST, melalui Kabid Cikataru Ary Martiansyah yang dikonfirmasi kru harianbersama.com menjelaskan, dana rehab WC yang dilakukan Dinas Cikataru pertitiknya Rp10-15 juta saja.

Namun, ketika ditanya temuan di lapangan ada pekerjaan WC enam sekolah sejumlah Rp379 juta lebih dan ada juga 7 sekolah bernilai Rp290 juta lebih, tidak direspon walaupun terlihat centang dua biru di WhatsAppnya.

“Bau busuk” dugaan korupsi proyek rehab WC ini pun menarik perhatian Ketua LSM Jaringan Penggerak Masyarakat Bawah Sumatera Utara, Ucok Ridin Nasution. Saat ditemui awak media, Jum’at (30/01/2026) Ucok mendesak Kejatisu dan Polda Sumut memeriksa Kadis Cikataru Deli Serdang, Rahmadsyah.

“Proyek program bupati itu berpotensi besar menjadi ajang korupsi. Makanya aparat penegak hukum jangan diam saja, periksa semua yang terlibat,” tandasnya. (HB-06)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini