LUBUK PAKAM, BERSAMA
Hampir dua tahun bertugas sebagai Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan belum pernah turun melihat desa terpencil di daerah dataran tinggi. Padahal di sana banyak sumber daya alam dan potensi ekonomi yang belum tersentuh.
Bupati dr Aci panggilan akrab bupati Deli Serdang hanya berkutat di sekitar kota kecamatan saja. Baru ini bupati turun ke Sibirubiru hanya melihat potensi wisata arung jeram.
Hanya itu Padahal Sibirubiru menyimpan sumber daya alam wisata dan pusat perekonomian desa seperti pasar tradisionil di Sibirubiru dan Desa Penen.
Masyarakat Sibirubiru kecewa melihat bupati yang tidak mau melihat kondisi masyarakat di desa dan jalan yang hancur babak belur, serta pasar tradisionil yang kumuh.
Begitulah kalau bupati yang dipilih dari kalangan oligarki dan anak pejabat yang hidup dalam glamour perkotaan, ungkap S Sembiring masyarakat Sibirubiru. Mungkin juga bupati malu melihat ketidakmampuannya membangun jalan yang sudah kupak kapuk.
Demikian juga terhadap pasar tradisionil sebagai pusat perekonomian masyarakat desa yang kumuh tidak terawat. Bupati membangun perkantoran camat yang megah Rp3 milyar tapi membiarkan masyarakat desa tidak berdaya. Pasar tradisionil tidak sampai Rp1milyar sudah megah, tapi terabaikan.
Bupati Deli Serdang dr Aci hanya mengutamakan pencitraan dirinya, dia lupa kepada rakyat yang memilihnya.
Beberapa kepala desa Sibirubiru heran, mengapa bupati Deli Serdang enggan turun melihat kondisi desa sekaligus melihat kinerja kepala desa yang hanya gemar “menggagahi” dana ADD, kata Sembiring.
Miris nasib Deli Serdang. Daerah dataran tinggi seperti Gunung Meriah, STM Hulu, STM Hilir, Sibolangit, Kuta Limbaru, Sibirubiru bagai dianaktirikan.
Bupati pernah turun ke ibu kota kecamatan, tapi itupun hanya sekedar turun saja. Sambil lintas. Tidak bertanya bagaimana perekonomian masyarakat, kesehatan maupun pendidikan masyarakat di situ. Terkesan bupati yang anak kandung Amri Tambunan dan keponakan Ashari Tambunan ini bukan hasil pilihan rakyat. (HB-01)