
Oleh : Semangat Sembiring
Awalnya, 23 tahun lalu lahirlah surat kabar Harian Bersama yang terbit setiap hari dalam bentuk cetak. Waktu itu masih di bawah naungan yayasan. Namanya Yayasan Jaya Bersama Media.
Sesuai perkembangan jaman, media ini bertransformasi menjadi media digital. Tapi namanya tidak berubah, harianbersama.com. Yang berubah adalah pengelolanya. Dulu yayasan sekarang PERSERO. Sedikit lebih keren.
Dalam perjalanan sejarahnya, media ini mengalami pasang surut, dihantam ombak, diterpa badai, tapi kami tidak pernah oleng, tetap konsisten mengibarkan misi perjuangan “membangun kebenaran”.
Hari ini, harianbersama.com, sudah menginjak usia 23 tahun. Kami memang belumlah apa-apa, tapi setidaknya kami telah ikut mewarnai dunia jurnalistik di negeri ini.
Memberikan sumbangsih dalam membangun bangsa, mengedukasi masyarakat, mengawal demokrasi dan menyampaikan informasi yang obyektif serta koreksi yang konstruktif.
Misi ini cukup berat. Banyak tantangan yang harus dihadapi dari berbagai pihak, salah satunya “dibenci”.
Membangun kebenaran memiliki resiko tinggi, karena kebanyakan orang tidak suka kepada kebenaran. Terlebih pejabat, penguasa di negeri kita ini yang umumnya berjiwa “korup.
Tapi media online harian bersama tidak gentar dan tidak akan pernah mundur membangun kebenaran.
Dalam penerbitan terdahulu, Harian Bersama telah membuktikan tekadnya membuka tabir “mafia tanah” yang melibatkan aparat pemerintah.
Hal itu tetap jadi komitmen kami karena “mafia tanah” telah memberangus hak-hak rakyat, tanah ulayat dan tanah-tanah milik pribadi yang dilindungi oleh UU.
Awal didirikannya media yang membawa nama BERSAMA RAKYAT ini karena banyaknya perlakuan salah aparat pemerintah terhadap rakyat.
Ada mafia peradilan, ada mafia tanah dan mafia-mafia lain yang melenyapkan hak rakyat atas tanah, pelanggaran Hak Azasi Manusia, jual beli jabatan di pemerintahan, korupsi dan perilaku tidak adil oleh aparat pemerintah.
Penegakan supremasi hukum yang terlihat tajam ke bawah tumpul ke atas, salah satu bagian yang harus ditumpas, BERSAMA RAKYAT.
Kami sangat sadar bahwa media ini tidak memiliki kekuatan yang prima tanpa bantuan dan kerjasama dengan segala lapisan masyarakat.
Kami kuat jika rakyat bersama kami. Kami selalu siap untuk sebuah kebenaran. Inilah tekad kami. (***)