Deli Tua, Bersama News Tv
Kanit Reskrim Polsek Deli Tua, Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, telah pergi untuk selamanya. Perwira pertama Polri yang dekat dengan segala kalangan terkhusus wartawan ini, meninggal dunia di RSUP H Adam Malik, Medan, karena pembuluh darahnya pecah, Sabtu (08/08/2020).
Jamuan makan siang dengan wartawan yang sehari-hari meliput di Polsek Deli Tua, Sabtu (08/08/2020) pun gagal digelar. “Udah kau pesan tempat untuk menjamu kami makan siang, tapi kau malah pergi untuk selamanya…Selamat jalan Pak Kanit yang baik hati, salam hormat selalu untukmu..”
Kenangan para “kuli tinta” dengan Kanit Reskrim Polsek Deli Tua, Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, begitu melekat. Sehari sebelumnya, Jumat (07/08/2020) Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, mendatangi sebuah warung kopi di depan Mapolsek Deli Tua, tempat biasa para “kuli tinta” nongkrong sekaligus mengetik berita.
Siang menjelang sore itu, raut wajah dan gerak tubuh Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, sedikit pun tidak ada menunjukkan sedang sakit. Wajahnya terlihat ceria. Jalannya pun seperti biasa.
Di warung kopi tersebut, pak Kanit, begitu biasa kalangan wartawan menyapanya, meneraktir rekan-rekan jurnalis makan dan minum. Begitu pedagang roti dan pecal keliling melintas, pak Kanit pun langsung memanggilnya.
Para wartawan ditawarkan untuk memesan roti atau pecal sesuai selera masing-masing. Dengan ditemani segelas teh manis, para wartawan dan pak Kanit pun bersantap sambil sesekali berbincang disertai gelak tawa. Pak Kanit terlihat ceria. Tak ada sedikitpun di wajahnya menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.
Malah, pak Kanit mengajak seluruh rekan-rekan wartawan yang sehari-hari meliput di Polsek Deli Tua, untuk makan siang bersama di warung makan Ribut dengan menu tumis belut, bebek dan udang goreng hari ini, Sabtu (08/08/2020). “Di warung makan Ribut enak belut tumisnya,” kata pak Kanit kala itu.
Hari yang dijanjikan pak Kanit pun tiba. Rekan-rekan wartawan sudah berkumpul di warung Ribut, Sabtu (08/08/2020) siang. Makanan dengan lauk pauk berupa belut tumis, bebek dan udang goreng telah terhidang di meja.
Tapu, pak Kanit belum juga tiba. Jam terus berputar. Salah seorang wartawan pun coba menghubungi HP pak Kanit. Masuk. Namun tidak diangkat. Para rekan jurnalis belum tahu kalau saat itu pak Kanit sedang kritis di RSUP H Adam Malik, Medan.
Karena tak kuat lagi menahan lapar, para jurnalis ini pun menyantap hidangan yang tersedia. Walaupun mereka sedikit kecewa karena orang yang mengajak dan memesan makanan yang mereka santap, tidak berada bersama mereka.
Dan, kabar duka itu pun menghampiri rekan-rekan wartawan. Sepulang dari warung makan Ribut dan tiba di Mapolsek Deli Tua, rekan-rekan wartawan mendapat kabar kalau pak Kanit sakit. Pembuluh darahnya pecah dan sedang berada di RSUP H Adam Malik, Medan.
Masih terngiang di telinga tentang pak Kanit yang sakit, tiba-tiba kabar duka pun datang. Pak Kanit yang sangat baik dan murah hati itu dinyatakan telah meninggal dunia di RSUP H Adam Malik, Medan.
Mapolsek Deli Tua pun “geger” mendengar kabar tersebut. Tak seorang pun menyangka pak Kanit yang murah senyum itu, begitu cepat pergi meninggalkan dunia ini. Seorang perwira terbaik Polri telah berpulang. Kabar duka ini pun cepat menyebar melalui grup whatsapp di kalangan Polri dan jurnalis.
Seluruh pimpinan dan personil Polsek Deli Tua merasa sangat kehilangan. Kanit Reskrim Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, selama ini dikenal sangat baik dan banyak mengukir prestasi kerja
Selama ini, salah satu putra terbaik Karo ini, dikenal santun dan loyal kepada pimpinan. Ukiran prestasi kerja pun banyak ditorehkannya. Baik saat menjabat Kanit Reskrim di Polsek Masa Baru maupun di Deli Tua.
Kasus kejahatan besar dan banyak menarik perhatian publik, berhasil diungkap pria yang meninggalkan seorang isteri ini.
Salah satunya pengungkapan kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Kemudian pengungkapan kasus jambret di wilayah hukum Polsek Deli Tua yang sempat viral di media sosial.
Bukan itu saja. Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, bersama timnya, juga berhasil mengungkap kasus sabu-sabu seberat 1,5 kilogram dan mengungkap kasus pembunuhan wanita di kos-kosan di Jalan Punak, Kecamatan Medan Baru. Dan banyak lagi kasus lainnya.
“Kami (wartawan unit Deli Tua) turut berdukacita dan merasa sangat kehilangan sosok Kanit Reskrim seperti Iptu Imanuel Ginting, SH, MH. Beliau sangat baik dan bergaul tanpa memandang suku, status, agama maupun golongan. Beliau benar-benar sosok yang NKRI,” kata Sastrawan Sembiring wartawan media online bersamanewstv.com.
“Banyak cerita dan kenangan baik dengan almarhum. Semoga arwah almarhum Iptu Imanuel Ginting, SH, MH, diterima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghiburan. Amin,” ujar Sastrawan Sembiring dengan nada parau. (sas)