SIBIRU-BIRU, BERSAMA
Pemkab Deli Serdang mulai dari kepala Desa Periaria dan camat Sibirubiru serta bupati Deli Serdang, tidak pernah peduli terhadap lingkungan hidup.
Hutan tua di Gunung Batu Kumai Dusun Tembengen, Desa Periaria, sudah habis digunduli oleh pengusaha dari Medan.
Akibat penebangan pohon-pohon besar dan menraktor puncak gunung akan menimbulkan bencana besar longsor yang dapat memutuskan jalan Sibirubiru ke Penen, yang merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat dari puluhan desa sekitarnya.
Jalan satu-satunya tersebut sudah menghabiskan ratusan milyar uang rakyat. Kondisi badan jalan beraspal itu saat ini sebagian besar sudah menyempit akibat longsoran beberapa tahun lalu.
Waktu itu pepohonan sekitarnya belum terusik. Begitupun masih sering sekali terjadi longsor, konon pula kalau hutan penyangga dan pertahanan badan jalan tersebut kini sudah ditumbangi.
Camat Sibirubiru tidak pernah turun melihat kondisi badan jalan yang sangat rawan longsor. Bupati Deli Serdang tiga dekade keluarga Tambunan yaitu Amri Tambunan, Ashari Tambunan dan Asri Ludin Tambunan tidak pernah menaruh perhatian atas lingkungan hidup di Deli Serdang khususnya di dataran tinggi Deli Serdang.
Bahkan Bupati Asri Ludin Tambunan tidak pernah turun melihat langsung kelangsungan lingkungan hidup di kawasan dataran tinggi ini. Badan jalan Sibirubiru ke Penen ini dipastikan putus dihantam bagian gunung yang longsor.
Sepanjang jajan Sibirubiru- Penen ditemukan badan jalan yang sangat rawan kecelakaan akibat tanah longsor. Di kiri kanan jalan tidak ada dipasang pagar pengaman atau rambu-rambu lalu lintas tanda bahaya jurang.
Ketidakhadiran bupati Deli Serdang dalam pengamanan nyawa manusia ini bisa berakibat fatal dan Pemkab rentan digugat pemakai jalan.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan lebih memilih melakukan pencitraan diri sendiri dari pada meninjau kondisi sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Bupati lebih senang menggusur para pejabat Deli Serdang ketimbang memperbaiki taraf hidup masyarakatnya.
Para kepala desa dan camat di Deli Serdang tidak ada lagi mencari prestasi seperti pada masa bupati non Tambunan dulu.
Kala itu Kades dan camat berlomba-lomba mengurus wilayah kerjanya dengan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.
Saat ini Kades dan camat serta pejabat Deli Serdang berlomba-lomba cari muka kepada bupati karena takut dipecat. Akhirnya pejabat di Deli Serdang mulai dari Kades sampai Kadis tidak ada yang berprestasi. (HB-01)