DELI SERDANG, BERSAMA
Diduga ada bisnis gelap bupati Deli Serdang di balik rapat-rapat dinas pejabat dan Bintek para kepala desa se Kab. Deli Serdang, yang kerap dilaksanakan di Brastagi Cottage, Gundaling, Kab. Tanah Karo.
Berawal dari reaksi Anggota DPRD Deli Serdang yang juga Jurubicara Fraksi Partai Gerindra, Paian Purba SH, Jumat (12/06/2026) di ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Deli Serdang.
Paian Purba yang juga ketua Pansus Ranperda Pengolahan Barang Milik Daerah mengungkapkan kekecewaannya atas sikap para OPD jajaran Pemkab Deli Serdang yang tidak ada hadir pada rapat pembahasan Ranperda yang diajukan oleh ekskutif untuk dibahas.
Rapat telah dijadwalkan oleh Pansus DPRD dan sudah diberitahukan kepada para OPD, tapi para OPD tidak ada yang hadir.
Rupanya pimpinan OPD menghadiri rapat di Brastagi Cottage Hotel yang dihadiri Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan. Akhirnya rapat Pansus yang sudah dipersiapkanpun batal dilaksanakan, ungkap Paian Purba kecewa.
Hasil penelusuran sering sekali rapat-rapat dinas jajaran Pemkab Deli Serdang dilaksanakan di Brastagi Cottage Kab. Tanah Karo. Yang paling sering mengadakan rapat di Brastagi Cottage itu adalah Dinas Pendidikan terkhusus para kepala sekolah SD, SLTP termasuk kepala desa se Kab Deli Serdang.
Rupanya Hotel Brastagi Cottage di seputaran Gundaling, Kab. Tanah Karo itu milik keluarga Tambunan. Sejak Bupati Deli Serdang dijabat oleh H Amri Tambunan ayah kandung dr Asri Ludin Tambunan Bupati Deli Serdang sekarang ini.
Penelusuran wartawan media ini, pada masa Bupati H Ashari Tambunan paman kandung dr Asri Ludin Tambunan, grafik rapat-rapat dinas Pemkab Deli Serdang paling tinggi dilaksanakan di sana.
Kalangan DPRD Deli Serdang mengaku mengetahui bahwa sering sekali diadakan rapat dinas di Brastagi Cottage, tapi tidak mungkin mencegahnya.
Padahal di Deli Serdang sendiri banyak hotel-hotel berbintang yang bertaraf internasional sedang tumbuh dan berkembang.
Dengan menggiring rapat dinas atau Bintek ke Brastagi hotel maka Deli Serdang kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jatuh ke Pemkab Karo. Itu artinya Bupati dr Asri Ludin Tambunan sangat mengabaikan pemasukan sebagai pendapatan asli daerahnya.
Jadi omong besar bupati selalu menekan rakyat Deli Serdang membayar PBB, bahkan mengancam bagi yang tidak membayar PBB jangan harap ada perbaikan jalan.
Sementara dr Asei Ludin Tambunan selaku bupati Deli Serdang tidak memberikan contoh yang bisa diteladani pembayaran pajak yang baik. Bahkan bisa dinilai bupati telah menggunakan jabatannya melancarkan bisnis keluarganya (nepotisme).
Menurut sumber, dinas di jajaran Pemkab Deli Serdang yang sering menggelar rapat di Brastagi Cottage dapat penilaian plus. Pada masa H Ashari Tambunan sebagai bupati Deli Serdang, pimpinan OPD berlomba mengadakan rapat ke Brastagi cottage.
Karena itulah makanya hotel milik keluarga Tambunan ini tidak goyah pada saat covid dan sesudahnya, bahkan sampai hari ini. (HB-01)