<span;>BANGUN PURBA, BERSAMA
<span;>Keluarga Ita Rosmayani Br Purba warga Dusun III Desa Sibaganding, Kec. Bangun Purba, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, kecewa berat atas sikap dokter yang bertugas di rumah sakit plat merah Bangun Purba itu, Jumat (19/06/2026) yang menolak mengoperasi keluarganya padahal sudah rawat inap di situ.
<span;>Tidak diketahui jelas dasar apa dokter di situ menolak melakukan operasi terhadap Ita (28) ibu hamil tersebut. Ada yang bilang pasien mengidap penyakit menular menjurus HIV, tapi ada pula yang menyebut dokter anastesi tidak bersedia karena alat tidak lengkap.
<span;>Sementara selama ini banyak pasien hamil dioperasi di rumah sakit pemerintah itu. Kalau karena HIV atau TB Paru, selama inipun dilayani seperti pasien yang diantar oleh anggota DPRD DS belum lama ini, padahal dia jelas mengidap HIV dan paru. Diterima berobat di situ.
<span;>Karena Ita ditolak dioperasi ,lalu keluarganya membawanya ke RS Hidayah Delitua, rumah sakit sekelas dengan RSUD Bangun Purba yang sama-sama type D.
<span;>Lalu darah Ita diperiksa lagi, ternyata tidak ditemukan penyakit menular seperti hasil pemeriksaan di RSUD Bangun Purba itu. Wah, kok begini, kata keluarganya. Lalu dioperasilah. Berhasil, sukses Ita dapat anak lelaki seberat 4800 gram.
<span;>Keluarga mempertanyakan apa yang terjadi dengan para dokter dan petugas medis yang bekerja di RSUD Bangun Purba itu.
<span;>Keluarga mencari informasi pasti mengapa Ita ditolak operasi di RSUD Bangun Purba. Masih simpang siur. Tapi yang paling mengecewakan keluarga karena Ita disebut mengidap penyakit menular.
<span;>Dokter kandungan sebenarnya sudah siap melakukan operasi terhadap Ita, tapi dokter anastesi malah menolak dengan alasan peralatan belom ok.
<span;>Soalnya banyak ibu hamil sering dioperasi di rumah sakit yang dibanggakan Bupati dr Asriludin Tambunan itu. Keluarga tidak terima dengan sebutan Ita mengidap penyakit menular. (HB-20/HB-01)