<span;>DELI SERDANG, BERSAMA
<span;>Acara pelantikan 76 kepala desa se Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, diwarnai aksi demonstrasi ratusan warga Kec. Bangun Purba, <span;>Kamis (25/06/2026).
<span;>Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan alias Aci, pun “cicing” naik mobil polisi tidak mau menemui ratusan massa yang mengaku sebagai pendukungnya di Pilkada lalu.
<span;>Aksi unjuk rasa karena kekecewaan warga atas hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Perguroan yang meminta pembatalan pelantikan sempat memanas
<span;>Awalnya warga demo di kantor bupati Deliserdang, DPRD dan lanjut ke Gedung Graha Bhineka Perkasa Jaya, Kec. Lubukpakam yang dijadikan tempat pelantikan kepala desa (Kades).
<span;>Dalam situasi terik matahari yang panas, masa pun menyampaikan orasi secara bergantian. Saat itu massa berteriak agar Kades Terpilih Anton Sembiring yang juga merupakan calon petahana jangan dilantik. Massa pun berusaha menemui bupati dan wakil bupati secara langsung.
<span;>Tapi massa dihalau petugas Polresta Deliserdang dan Satpol PP. Aksi dorong-dorongan pun terjadi saat massa memaksa untuk masuk ke dalam Grha Bhineka Perkasa Jaya.
<span;>Massa menuding Anton Sembiring bisa menang lantaran melakukan kecurangan dan dibantu oleh camat.
<span;>”Bupati Aci di mana kau, jangan jadi pengkhianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” ungkap warga dengan nada kesal.
<span;>Setelah pelantikan selesai, Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana sempat berdialog dengan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan hingga akhirnya Asri Ludin keluar areal Gedung Graha naik mobil double kabin hitam bertuliskan URC milik Polresta Deliserdang yang dikawal ketat personil Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Deliserdang.
<span;>Saat itu massa sudah tampak begitu geram kepada bupati. Karena kaca mobil URC Polresta Deliserdang hitam gelap, tidak ada satupun dari massa yang mengetahui kalau bupati telah meninggalkan lokasi itu. Sementara itu mobil dinas mereka ditinggalkan di lokasi.
<span;>Pimpinan Aksi Alwan Sembiring didampingi Jaki Saragih menjelaskan, kehadiran mereka ke Bhineka Perkasa Jaya untuk meminta keadilan dari Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan agar membatalkan pelantikan Kades Perguroan, Kec. Bangun Purba.
<span;>Menurut Alwan Sembiring, permintaan pembatalan itu karena banyak terjadi kejanggalan bahkan keterlibatan oknum camat untuk memenangkancalon atas nama Anton Sembiring.
<span;>”Tolong dengarkan kami pak bupati. Kami hadir dan datang ke sini minta keadilan dari bapak. Tolong batalkan pelantikan Kades Perguroan atas nama Anton Sembiring sebab saat pelaksanaan Pilkades serentak baru-baru ini banyak terjadi kecurangan. Bahkan camat Bangun Purba juga tidak netral karena ikut mengkampanyekan salah satu calon. Kami tidak asal ngomong tapi kami punya bukti rekamannya,” tegasnya.
<span;>Jaki Saragih menambahkan, dirinya bersama masyarakat lainnya merasa kecewa kepada bupati Deliserdang yang dinilai lamban menyelesaikan permasalahan ini.
<span;>”Kami kecewa kepadamu pak bupati. Padahal kami adalah pendukungmu saat Pilkada bupati Deliserdang. Tapi mengapa kamu sia-siakan kami sebagai warga Deliserdang. Kami datang tidak minta apa-apa, hanya minta keadilan yakni batalkan pelantikan Kepala Desa Perguroan atas nama Anton Sembiring,” kata Jaki Saragih.
<span;>Jaki Saragih juga menyebut, pemicu masalah karena camat tidak netral dalam pelaksanaan Pilkades dan ikut berkampanye untuk memenangkan salah satu calon Kepala Desa Perguroan.
<span;>Camat Boby Arianto yang beberapa waktu lalu sudah dilantik menjadi camat Pantai Labu, sebelumnya sempat dinonaktifkan sebagai camat Bangun Purba saat berlangsung Pilkades karena warga protes sampai Kapolresta Deliserdang turun ke Desa Perguroan.
<span;>Alwan Sembiring maupun Jaki Saragih mengaku datang bukan sembarang datang, tapi membawa bukti keterlibatan camat.
<span;>”Kami kecewa kepada bupati. Mengapa oknum camat yang jelas-jelas mengkampanyekan salah satu calon bukannya dinonaktifkan, tapi malah dilantik jadi camat di kecamatan lain. Bagaimana anda ini pak bupati. Mengerti apa tidak tentang sistem pemerintahan. Kami benar-benar kecewa kau buat bupati,” ungkapnya.
<span;>Sementara itu Wakapolresta Deliserdang AKBP Juliani Prihartini dalam kesempatan tersebut menghimbau masyarakat untuk tertib dalam menyampaikan aspirasinya. “Tolong dan mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban. Sampaikan permasalahan dengan santun,” imbaunya.
<span;>Tak lama kemudian massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak lama kemudian terlihat mobil Camry yang membawa bupati dan wakil bupati Deliserdang yang semula terparkir di depan pintu keluar Grha Bhineka Perkasa Jaya juga meninggalkan lokasi. <span;>(HB-01)