DELI SERDANG, BERSAMA
Jalan lintas menghubungkan Kecamatan STM Hilir menuju Kecamatan Gunung Meriah di Desa Tiga Juhar, Kec. STM Hulu Kab. Deli Serdang Sumatera Utara, putus total, Selasa (08/09/2026). Hal ini karena tidak adanya perhatian pemerintah sejak awal longsor.
Hasil amatan awak media ini, kondisi jalan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga.
Bahkan transportasi dari Kecamatan STM Hilir menuju Kecamatan Gunung Meriah lumpuh. Selama ini jalan tersebut kerap dijadikan warga sebagai jalan alternatif menuju Kabupaten Simalungun.
Menurut warga setempat, sekira beberapa waktu lalu, sedikit badan jalan sudah mulai terlihat termakan longsor. Namun tidak ada perhatian khusus dari camat STM Hulu, meski salah satu rumah warga yang dijadikan sebagai rumah tempat tinggal dan usaha potong ayam sudah berada di tepi longsoran.
Bahkan, kata warga, lokasi longsor hanya berjarak sekitar puluhan meter dari Mapolsek Tiga Juhar.
“Dari kemarin sudah terlihat sebagian badan jalan sudah termakan longsor. Tapi pemerintah tidak ada tindakan. Setelah terjadi parah begini, biaya perbaikan akan makin besar. Dan jalan masyarakat jadi terganggu,” kata Ginting salah satu warga.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pun dituding lebih kerap melakukan “tebar pesona” daripada memperhatikan kepentingan masyarakat secara umum.
“Pemerintah terkesan tidak bisa memilah mana yang perlu dan mana yang penting,” kata warga.
Hal senada juga dibenarkan warga lainnya. Bupati Deli Serdang dan gubernur Sumatera Utara pun dituding lambat dalam menangani jalan tersebut.
“Selain setiap hari dijadikan untuk melintas oleh anak sekolah, jalan ini sangat vital karena sebagai urat nadi perekonomian masyarakat,” terangnya.
Seperti diketahui, sebuah video menarasikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mempertanyakan kontribusi warga terkait perbaikan jalan rusak, viral di media sosial.
Asri Ludin Tambunan menuding masyarakat jangan hanya spill jalan rusak. Sebab perbaikan jalan rusak dilakukan menggunakan APBD.
Dalam video yang dilihat, Jumat (19/06/2026), pernyataan tersebut disampaikan Asri saat doorstop bersama wartawan. Asri Ludin mengatakan jika perbaikan jalan rusak tergantung kemampuan keuangan daerah. Sebab, bangun jalan tidak bisa pakai daun.
“Masyarakat itu bayar pajak enggak? Bayar PBB, kalau enggak ada uang pemerintah dari mana? Jadi jangan hanya sekedar spill-spill jalan jelek, tapi kontribusi tidak ada, kita membangun bukan pakai daun, kita kan membangun pakai kemampuan APBD kita sendiri,” kata Asri Ludin Tambunan dalam video. (HB-04)