Bahh..!! Kek Gini Rupanya Pengaspalan Jalan Ala Deli Serdang: Baru Siap Sudah Mulai Hancur..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - September 9, 2026
Bahh..!! Kek Gini Rupanya Pengaspalan Jalan Ala Deli Serdang: Baru Siap Sudah Mulai Hancur..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

DELI SERDANG, BERSAMA

Jalan aspal jurusan Sibirubiru menuju Desa Penen pada ruas jalan Simpang Dolat Rakyat-Penen sepanjang 1 Km, baru siap dikerjakan tapi sudah terancam rusak dihajar arus air yang melalui badan jalan, Selasa lalu.

Jalan beraspal ini dibangun tanpa membuat parit di kiri dan kanan, sementara lokasinya berada di tanjakan.

Arus air hujan yang deras membawa semak sehingga badan jalan penuh sampah dan mengkis aspal hot mix yang memang sangat rawan terhadap air.

Dikhawatirkan proyek tanpa plank proyek ini bakal hancur sebelum diresmikan, terlebih pelaksana pekerjaannya juga jauh dari baik.

Selasa, kemarin, tampak petugas kebersihan menyapu jalan yang sudah ditutupi semak. Tidak diketahui kenapa bupati Deli Serdang tidak membangun parit terlebih dahulu, baru melakukan pengaspalan. Begitulah jika Kadis SDABMBK bukanlah seorang ahli di bidangnya, keluh masyarakat.

Seperti diketahui, bupati mempercayakan jabatan Kadis PU dijabat oleh seorang berpendidikan guru. Ya hancurlah, kata seorang kepala desa.

Menurut Kades, pelaksanaan proyek tersebut kurang diawasi oleh Dinas PU, yang ada di lapangan hanya pemborong dan beberapa pemuda desa di angkat melihat-lihat dan mengatur lalu lintas saja.

Jalan sepanjang sekitar 1 Km pasti memakan biaya milyaran rupiah bersumber dari PBB rakyat tidak diawasi, tidak pakai papan plank.

Akhirnya akan cepat hancur yang dirugikan rakyat, karena waktu pemakaiannya relatif singkat. Masyarakat setempat menyayangkan bupati Deli Serdang tidak mengawasi pelaksanaan proyek yang begitu besar biayanya.

Masyarakat juga kecewa melihat sistem kerja bupati Deli Serdang dalam pelaksanaan proyek, yang membiarkan ruas jalan paling rusak tidak dibangun. Padahal jaraknya hanya puluhan meter dari ujung proyek pengaspalan tersebut.

Beberapa ruas jalan yang rusak tidak dikerjakan. Padahal panjangnya cuma 50 meter saja. Dibiarkan rusak berat. Biarpun jaraknya pendek tapi kalau tidak bisa dilalui ya sama saja, kata pengguna jalan. Jalan rusak yang belum dikerjakan sekitar 2 Km, terpotong-potong.

Sistem dan cara pelaksanaanya juga aneh. Ada jalan diaspal tapi tidak dibuatkan paritnya. Ada pula dibuatkan drainase tapi badan jalannya dibiarkan rusak. Bahkan tanah galian parit menutupi badan jalan sehinga sulit dilalui.

Begitulah kalau Kadis SDABMBK Deli Serdang bukanlah seorang teknisi tapi seorang guru yang harus berdiri di depan kelas.

Hasil investigasi wartawan media ini di lapangan, metode membangun Deli Serdang bukan pendekatan tehnis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat meminta agar bupati Deli Serdang turun ke desa-desa melihat berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat seperti yang dilakukan Bupati Deli Serdang H Baharoedin Siregar dan H Tenteng Ginting dulu. (HB-01)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini