Gawat Bahh..!! RSUD Bangun Purba “Permainkan” Nyawa Pasien, Tiga Hari Opname tak Dikunjungi Dokter, Instruksi Bupati DS “Dicampakkan” ke “Tong Sampah”..!!

Mencerdaskan & Memuliakan - September 25, 2026
Gawat Bahh..!! RSUD Bangun Purba “Permainkan” Nyawa Pasien, Tiga Hari Opname tak Dikunjungi Dokter, Instruksi Bupati DS “Dicampakkan” ke “Tong Sampah”..!!
 - (Mencerdaskan & Memuliakan)
Editor

BANGUN PURBA, BERSAMA

Pihak manajemen RSUD Bangun Purba memang nekat. Instruksi Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan agar memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, malah “dicampakkan” ke “tong sampah”.

Seperti yang terjadi, Minggu (20/09/2026), ada pasien yang sudah tiga hari rawat inap di rumah sakit pemerintah itu, tapi tidak pernah dikunjungi dokter. Perawat yang berjaga di rumah sakit itu pun hanya 1 orang. Bahh..!!

“Istri saya sakit pak sampai tidak sadarkan diri di RSUD Bangun Purba, tapi gak ada penanganannya. Dokternya tidak ada, perawat yang jaga hanya 1 orang,” kata warga kepada kru media ini, kemarin.

Yang lebih tragis lagi, sambungnya, pasien di sebelah istrinya dirawat. Sudah tiga hari opname tapi tidak pernah dikunjungi dokter.

“Gara-gara itulah saya meminta pulang dan membawa istri saya ke rumah sakit lain pak. Kalau bertahan di situ, saya khawatir kondisi istri saya semakin parah, bahkan bisa meninggal dunia,” ujar pria berkulit sawo matang ini.

Semula, pria ini membawa istrinya ke RSUD Bangun Purba dengan harapan mendapat penanganan yang bagus. Apa lagi RSUD Bangun Purba diketahuinya milik pemerintah, ditambah lagi Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan seorang dokter medis dan mantan kepala Dinas Kesehatan.

“Rupanya ekspektasi saya jauh panggang dari api bang. Namanya saja rumah sakit tapi sepertinya lebih bagus pelayanan di Puskesmas,” ketusnya.

Informasi lain diperoleh kru media ini di lapangan, saat ini RSUD Bangun Purba menampung lebih 24 pasien dengan 1 perawat.

Padahal standar rasio perawat dan pasien 1 banding 5. Satu perawat melayani maksimal 5 pasien. Kalau lebih dikhawatirkan bisa menimbulkan malapraktik.

Tak hanya itu, dokter spesialis di RSUD Bangun Purba ini juga dikabarkan tidak pernah datang. Kondisi ini tentu menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa komitmen bupati Deli Serdang memberikan pelayanan kesehatan tang maksimal, hanya sekedar “omon-omon”. Pencitraan belaka. Faktanya di lapangan berbanding terbalik. (HB-20)

Tinggalkan Komentar

Tag

close
Banner iklan disini