DELI SERDANG, BERSAMA
Bupati Deli Serdang, dr Asri Ludin Tambunan alias Aci, disentil terkait biaya makan minum Pemkab mencapai Rp38,5 miliar yang dinilai “menghamburkan” uang rakyat.
Menurut Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pejuang Reformasi Sumatera Utara (Gempar Sumut), Fajar Rivana Sinaga, kemarin, biaya sebesar itu seharusnya bisa untuk memperbaiki jalan rusak yang banyak di Deli Serdang.
Dia pun mempertanyakan pernyataan Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan alias Aci terkait jalan rusak.
“Kami ingin bertanya dengan nada lembut kepada Bupati Deliserdang Bapak Asri Ludin Tambunan, terkait pernyataannya ketika ditanya jalan rusak yang menyebut jangan sekedar spill-spill jalan jelek, tapi kontribusinya tidak ada. Kitakan membangun bukan pakai daun, kitakan sekarang membangun pakai uang APBD sendiri. Nah, apakah anggaran makan minum sebesar itu dibayar pakai daun pak?,” tanya Fajar.
Dia membeberkan, angka yang fantastis untuk biaya makan minum rapat, jamuan tamu, makan minum pada fasilitas pelayanan urusan sosial dan makan minum aktivitas lapangan mencapai Rp 38,5 miliar itu diposkan di anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan data yang diperoleh dari penyusuran Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada buku penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD Ta 2026.
“Ini nominal yang sangat mengerikan dibanding fasilitas yang harusnya menjadi kewajiban Pemerintah terhadap rakyatnya seperti perbaikan jalan. Kalau angggaran itu digunakan untuk perbaikan jalan, sudah berapa kilometer perbaikannya,” katanya.
“Begitupun bupati mempertanyakan apakah masyarakat sudah bayar pajak atau belum?. Bahkan Kepala Dinas Kominfo Deliserdang
yang menghina masyarakat dengan sebutan “aneh” juga turut menikmati uang dari pajak rakyat,” tambah Fajar.
Menghina masyarakat yang dimaksud Fajar saat Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang kepada wartawan mengakui, tidak ada yang salah dengan pernyataan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan soal meminta masyarakat membayar pajak agar diperbaiki jalan rusaknya.
Sandra Dewi Situmorang saat itu merasa aneh netizen ataupun masyarakat yang mempersoalkan vidio Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan yang viral itu.
“Aku sih menengoknya (melihat), gini ya kok masyarakat ini aneh ya, karena mungkin aku dari camat ya. Masyarakat ini aneh lo, kita edukasi membayar pajak kok pajaknya yang jadi disorot ya. Kok gak menyorot kinerja pak bupati ya,” kata Sandra Dewi, kala itu.
Kembali ke Fajar, menurutnya
Rp38,5 milyar untuk makan minum, bukan angka yang kecil. Angka cukup untuk membantu perbaikan jalan yang ada di seluruh Deliserdang.
“Maka pertanyaan kami, apa yang sudah anda (bupati) berikan untuk kami sebagai bentuk kinerja yang baik dan layak?,” tanyanya.
Dengan anggaran yang fantastis tersebut, Fajar juga menyebut berpotensi terjadi tumpang tindih anggaran lintas OPD di Pemkab Deliserdang.
“Saya meminta Kejari Deliserdang agar bergerak cepat untuk mengusut anggaran-anggaran yang tidak masuk akal dan terkesan manipulatif,” katanya. (HB-01)