<span;>CARACAS, BERSAMA
<span;>Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela dalam waktu kurang dari satu menit pada Rabu malam, menyebabkan bangunan-bangunan di ibu kota, Caracas, runtuh dan menewaskan sedikitnya 164 orang.
<span;>Setidaknya 971 orang juga terluka, kata Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodríguez, seperti dilansir NBCNews, pada Kamis pagi (25/06/2026) setelah gempa bumi, memperbarui jumlah korban awal dari pidato kepada media pemerintah beberapa jam sebelumnya.
<span;>Angka-angka tersebut tidak termasuk kemungkinan korban jiwa di negara bagian La Guaira, di utara Caracas, yang digambarkan Rodríguez sebagai “tragedi sejati” dan “zona bencana.”
<span;>Badan Survei Geologi AS mengatakan pusat gempa pertama berada di dekat kota San Felipe, sekitar 100 mil sebelah barat ibu kota, dan gempa kedua yang lebih besar, dengan magnitudo 7,5, terjadi hanya 39 detik kemudian di dekat kota Yumare.
<span;>“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi dan bencana ini kemungkinan besar meluas,” tulis USGS di situsnya .
<span;>Gempa-gempa tersebut termasuk yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad.<span;>Amerika Serikat berjanji untuk membantu, begitu pula organisasi kemanusiaan dan sejumlah negara lain termasuk China, Argentina, Brazil, dan Meksiko.
<span;>Presiden Donald Trump menulis di media sosial pada Rabu malam bahwa dia telah “menginstruksikan semua lembaga pemerintah kita untuk bersiap bergerak cepat. Kita akan ada di sana untuk teman-teman baru dan hebat kita. Laporan awal tidak bagus!!!”
<span;>Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga mengatakan AS “segera mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan, sumber daya medis, dan bantuan kemanusiaan.”
<span;>Rodríguez mengucapkan terima kasih kepada Trump dan pemerintah AS, yang menurutnya telah menjalin “kontak permanen” dengan pemerintah Venezuela. Ia kemudian mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa ia berbicara dengan Rubio melalui telepon tetapi tidak membagikan detail diskusi tersebut.
<span;>Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para pemimpin berbagai negara yang telah mengirimkan pesan dukungan.
<span;>Rodríguez menyatakan keadaan darurat dan mengumumkan di televisi pemerintah bahwa bandara di Caracas ditutup karena kerusakan parah. Sekolah dan kegiatan non-esensial ditangguhkan, katanya.
<span;>Rodríguez menyampaikan belasungkawa kepada warga Venezuela yang kehilangan anggota keluarga dan mencatat bahwa 20 gempa susulan telah tercatat. Ia menambahkan bahwa bantuan internasional sedang dalam perjalanan.
<span;>“Yang saya minta adalah agar kita bertindak dalam persatuan nasional, dengan tenang, dan kita tahu bahwa bersama-sama kita akan mengatasi tragedi ini,” kata presiden.
<span;>Gubernur Falcón, Víctor Clark, mengatakan para pekerja sedang mencari 15 orang di reruntuhan di negara bagiannya, sebelah barat Caracas. Ia menambahkan, 35 orang lainnya mengalami luka-luka.
<span;>Di AS, Lucy Jones, seorang ahli seismologi dan profesor tamu di California Institute of Technology, mengatakan bahwa prediksi dari USGS adalah bahwa gempa tersebut akan menjadi peristiwa yang parah.
<span;>“Ini adalah salah satu gempa bumi yang benar-benar hebat, sangat sulit, dan sangat merusak, karena Anda menggabungkan peristiwa yang sangat besar dengan tempat tinggal banyak orang,” kata Jones dalam sebuah pengarahan video.
<span;>Di Caracas, orang-orang mengungsi dari bangunan yang bergoyang dan tetap berada di luar, banyak yang tampak terkejut saat melihat seluruh dinding runtuh, membuat perabotan terlihat dari jalan. Kolom debu juga terlihat di dua lingkungan ibu kota, tempat restoran dan bisnis lainnya biasanya ramai.
<span;>“Suasananya seperti film horor,” kata seorang wanita di kota itu kepada kantor berita Reuters setelah ia berhasil membuka pintu dan meninggalkan gedungnya. “Kami harus memanjat puing-puing dan segala macamnya.”
<span;>Sebuah video yang diunggah daring dan diverifikasi oleh NBC News menunjukkan debu mengepul di sebagian cakrawala Caracas.
<span;>“Kami memahami bahwa sebagian orang mungkin putus asa, tetapi kami bertindak sesuai protokol untuk mengaktifkan upaya bantuan dan penyelamatan guna membantu mereka yang paling membutuhkan,” kata Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello di televisi pemerintah. “Berhati-hatilah dengan anak-anak dan lansia, saling menghubungi dan pastikan tidak ada yang terluka.”
<span;>Ia juga mendesak masyarakat untuk tetap berada di luar ruangan karena gempa susulan dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada beberapa bangunan.
<span;>“Bangunan itu benar-benar berguncang dari sisi ke sisi. Luar biasa. Kekuatannya sangat dahsyat,” kata Roberto Damas, warga Caracas. “Kami sedang berjalan dan bangunan itu menghempaskan kami ke sana kemari. Semua barang di apartemen berjatuhan. Syukurlah kami berhasil keluar.” (***)