MEDAN, BERSAMA
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, berjalan tertib dan aman. Suasana damai tercipta sepanjang jalannya kegiatan unjuk rasa, berkat sinergi yang solid antara aparat keamanan dan massa aksi yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Keberhasilan pengamanan kegiatan ini tentu tidak lepas dari peran strategis Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, yang turun langsung memantau situasi di lapangan.
Dalam keterangannya di hadapan ribuan massa buruh yang berkumpul di depan kantor gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jumat (01/05/2026), Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan, pelaksanaan peringatan Hari Buruh di wilayah hukum Polrestabes Medan berlangsung aman, tertib dan terkendali.
“Saya mengucapkan selamat hari jadi, selamat Hari Buruh Internasional, selamat pesta May Day untuk kita semua,” ucap Mantan Dirnarkoba Polda Sumut ini dengan penuh semangat di hadapan massa.
Menurutnya, peringatan hari ini merupakan momen penting bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum buruh yang menjadi tulang punggung pembangunan negara.
“Khusus untuk para buruh, orang tua kami, saudara-saudara, bapak-bapak, dan seluruh keluarga besar kami, kami ucapkan selamat Hari Buruh. Hari ini dengan sukacita, peringatan Hari Buruh berlangsung dengan sangat baik dan lancar. Kami juga menyampaikan salam hormat kepada Partai Buruh dan seluruh massa buruh yang selama ini terus berjuang demi kesejahteraan,” tambahnya.
Kapolrestabes Medan juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personil yang telah bertugas. Ia menilai kinerja anggota sangat luar biasa dalam mengawal jalannya kegiatan aksi damai tersebut dari awal hingga akhir.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personil Polrestabes Medan. Terima kasih karena sudah bekerja keras, siaga dan profesional dalam mengawal jalannya peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Medan ini,” ujar Calvijn.
Di akhir arahannya, Calvijn meminta agar seluruh jajaran tetap waspada dan menjaga keamanan hingga kegiatan selesai sepenuhnya.
Ia juga menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar semua pihak senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Terima kasih untuk rekan-rekanku semua. Tolong terus dikawal saudara-saudara kita ini sampai ke tujuan akhir dan sampai mereka bubar dengan aman. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya,” katanya.
Diketahui, dalam rangka pengamanan May Day kali ini, Polrestabes Medan menerjunkan 468 personil. Jumlah personil yang besar ini dikerahkan untuk memastikan keamanan, kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban umum di sepanjang rute aksi dan titik kumpul.
Sementara itu, aksi damai yang digelar dihadiri oleh ratusan massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Unsur-unsur yang hadir antara lain dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Petani Indonesia (SPI), Komunitas Ojek Online (Ojol), Komunitas Nelayan, Mahasiswa, serta masyarakat umum yang tergabung dalam wadah Partai Buruh.
Massa berkumpul dan berorasi tepat di depan kantor gubernur Sumatera Utara untuk menyuarakan aspirasi dan hak-hak mereka. Dalam kesempatan tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang mencakup skala nasional maupun daerah.
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah desakan agar Presiden dan DPR RI segera mengesahkan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan baru yang benar-benar berpihak kepada kepentingan buruh dan pekerja, serta menjamin kesejahteraan sosial.
“Hari ini kita bersama Partai Buruh dan beberapa elemen, di antaranya FSPMI, SPI, Komunitas Ojol, Komunitas Nelayan, Mahasiswa dan warga, menggelar aksi unjuk rasa memperingati May Day. Kami berkumpul di titik kumpul depan Istana Maimun kemudian bergerak menuju kantor Gubsu,” jelas Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, SH, didampingi Sekretaris, Ijon Hamonangan Tuah Purba.
“Kami membawa beberapa tuntutan yang terdiri dari tuntutan nasional maupun tuntutan daerah yang menjadi perhatian kita bersama demi perbaikan nasib kaum buruh dan rakyat kecil,” tambahnya.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini di Sumut menjadi bukti bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik, aman, dan tertib ketika ada komunikasi yang baik antara penguasa, aparat keamanan, dan masyarakat. (HB0-3)